Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ataksia: Kenali Gangguan Koordinasi, Tanda Gejala Kanker dan Tumor Otak

image-gnews
Ilustrasi kanker (pixabay.com)
Ilustrasi kanker (pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Ketakutan akan penyakit yang mengancam nyawa, yakni kanker sangatlah tinggi. Dijuluki sebagai silent killer, sebagian besar kasus kanker baru terdiagnosis pada fase stadium lanjut sehingga sulit untuk disembuhkan.

Meski demkian, berkat kemajuan penelitian dan riwayat medis terdahulu, para ahli bisa sedikit menemukan tanda awal dari penyakit ini, salah satunya adalah ataksia. Berikut penjelasan lengkapnya dikutip dari Times of India.

Baca : 5 Khasiat Teh Hitam Bagi Kesehatan Tubuh

Beberapa laporan kesehatan menyebutkan bahwa ataksia atau gangguan yang mempengaruhi keseimbangan dan koordinasi dalam tubuh juga disebabkan oleh pertumbuhan kanker. Pada ataksia, otot menjadi kurang responsif terhadap otak dan tidak terkoordinasi dengan baik.

Ataksia dapat menjadi gejala potensial tumor otak karena selama pertumbuhan kanker, otak kecil otak rusak sehingga memengaruhi kontrol, koordinasi, dan pergerakan dalam tubuh.

Berdasarkan penelitian, ataksia dipicu oleh respons sistem kekebalan terhadap tumor kanker yang umumnya berasal dari kanker paru-paru, ovarium atau payudara, dan limfoma Hodgkin.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebuah laporan dari Mayo Clinic mengatakan bahwa ataksia dapat terjadi berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum pertumbuhan kanker didiagnosis.

Gejala umum ataksia adalah: keseimbangan dan koordinasi tangan, lengan, dan kaki yang buruk, ucapan yang tidak jelas, berjalan dengan kaki terpisah satu sama lain, kesulitan menulis, masalah saat makan, dan gerakan mata lambat.

Ataksia didiagnosis melalui tes laboratorium, tes genetik, dan pencitraan resonansi magnetik. Ataksia dapat disebabkan oleh alkohol, obat berat, racun, kekurangan vitamin, masalah tiroid, stroke, multiple sclerosis, penyakit autoimun, infeksi, COVID parah, kelainan otak, trauma kepala, hingga kelumpuhan otak.

HATTA MUARABAGJA

Baca juga : Jenis Herbal yang Dipercaya Bisa Perkecil Tumor Kanker

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung.

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


RS Hasan Sadikin dan Kedokteran Nuklir Unpad Operasikan PET CT Scan dan SPEC CT untuk Deteksi Awal Kanker

7 jam lalu

Fasilitas pemeriksaan kedokteran nuklir di RSHS Bandung. (Dok. RSHS)
RS Hasan Sadikin dan Kedokteran Nuklir Unpad Operasikan PET CT Scan dan SPEC CT untuk Deteksi Awal Kanker

Alat PET CT Scan dan SPECT untuk deteksi kanker pada tahap awal itu mulai dipakai perdana di RS Hasan Sadikin pada 7 Juni 2024.


Kementerian Kesehatan Rusia Umumkan Vaksin untuk Lawan Kanker Masuk Tahap Finalisasi

2 hari lalu

Kecintaan Veronica Leaning, 78 tahun, pada kisah Harry Potter mendorongnya membuat suatu permintaan tak biasa sebelum ajal menjeput. Leaning, yang seorang penderita kanker, ingin acara pemakamannya bertema Harry Potter. sumber: Grimsby Telegraph/mirror.co.uk
Kementerian Kesehatan Rusia Umumkan Vaksin untuk Lawan Kanker Masuk Tahap Finalisasi

Vaksin kanker ini dikembangakan bersama-sama oleh beberapa tim peneliti dan didanai oleh Rusia.


Tumor Tak Selalu Kanker, Berikut yang Perlu Dipahami agar Tak Salah Kaprah

3 hari lalu

Ilustrasi tumor mata
Tumor Tak Selalu Kanker, Berikut yang Perlu Dipahami agar Tak Salah Kaprah

Ada tumor jinak dan ada yang ganas, namun tak semua selalu terkait kanker. Berikut penjelasn tentang tumor agar tak salah kaprah.


Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Laki-laki

3 hari lalu

Ilustrasi kanker prostat. Shutterstock
Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Laki-laki

Pengetahuan tentang kanker dan upaya mencegah penting dilakukan. Berikut jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada pria dan upaya pencegahan.


Masih Jalani Kemoterapi, Kate Middleton Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Parade Militer

4 hari lalu

Kate Middleton, Putri Wales dari Inggris, hadiri resepsi malam untuk anggota Korps Diplomatik di Istana Buckingham di London, Inggris 5 Desember 2023. Jonathan Brady/Pool via REUTERS
Masih Jalani Kemoterapi, Kate Middleton Minta Maaf Tak Bisa Hadiri Parade Militer

Kate Middleton menulis surat permohonan maaf karena tak bisa mengikuti acara Colonel's Review. Dia berharap bisa lekas pulih.


Gejala Tumor Otak yang Kerap Diabaikan

5 hari lalu

Ilustrasi otak. medicalnews.com
Gejala Tumor Otak yang Kerap Diabaikan

Menyambut Hari Tumor Otak Sedunia pada 8 Juni, kenali gejala tumor otak berikut yang sering diabaikan.


Siloam Hospitals Agora Tingkatkan Layanan Melalui LINAC dan Cathlab

7 hari lalu

Siloam Hospitals Agora Tingkatkan Layanan Melalui LINAC dan Cathlab

Teknologi dalam penanganan penyakit kritis saat ini semakin berkembang


Kaisar Naruhito Kunjungan Kerja 3 Hari ke Inggris

9 hari lalu

Kaisar Jepang Naruhito dan Permaisuri Masako mengadakan upacara peletakan karangan bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata di Jakarta, 20 Juni 2023. Adek Berry/Pool via REUTERS
Kaisar Naruhito Kunjungan Kerja 3 Hari ke Inggris

Raja Charles III dari Kerajaan Inggris akan menerima kunjungan kenegaraan Kaisar Naruhito dan istrinya permaisuri Masako dari Jepang pada akhir Juni


Ahli Gizi Jelaskan Bahaya Asupan Gula Berlebih pada Kesehatan Anak

22 hari lalu

Ilustrasi makanan manis (pixabay.com)
Ahli Gizi Jelaskan Bahaya Asupan Gula Berlebih pada Kesehatan Anak

Orang tua perlu mewaspadai dampak kelebihan asupan gula terhadap kesehatan anak. Gula tambahan dapat berdampak buruk pada kesehatan anak.


Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

25 hari lalu

Petugas haji melakukan scan tubuh pada seorang jamaah haji saat tiba di Asrama Haji Embarkasi Medan, Sumatera Utara, 18 September 2016. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi adanya virus MERS-CoV pada jamaah haji usai menunaikan ibadah haji 2016. ANTARA/Septianda Perdana
Kemenkes Minta Jemaah Haji Waspada Virus MERS-CoV, Ini Penularan dan Gejalanya

Kemenkes minta jemaah haji mewaspadai virus MERS-CoV pada musim haji. Berikut gejalanya dan risiko terinfeksi virus ini.