Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penyebab Keputihan pada Wanita dan Cara Mencegahnya, Hindari Menggunakan Sabun

Reporter

Editor

Laili Ira

image-gnews
Keputihan sebenarnya adalah hal yang normal. Namun, perlu diwaspadai jika keputihan berbau dan terasa gatal. Berikut penyebab keputihan pada wanita. Foto: Canva
Keputihan sebenarnya adalah hal yang normal. Namun, perlu diwaspadai jika keputihan berbau dan terasa gatal. Berikut penyebab keputihan pada wanita. Foto: Canva
Iklan

TEMPO.CO, JakartaKeputihan adalah salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh wanita. Hal ini terjadi ketika keluar cairan atau lendir dari vagina dan leher rahim. 

Meski merupakan hal yang normal, namun keadaan ini dapat menyebabkan kondisi yang tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melansir dari laman Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS), keputihan dalam istilah medis dikenal sebagai flour albus, leucorrhea, white discharge yang merupakan istilah untuk cairan dari vagina selain haid. 

Cairan atau lendir ini akan membawa keluar sel-sel mati serta bakteri dari vagina untuk menjaga agar vagina tetap bersih.

Keputihan dapat terjadi pada semua kalangan umur, baik wanita dewasa maupun remaja. Melansir dari laman Rumah Sakit Mitra Keluarga, pada sebagian besar kasus, keputihan adalah hal yang normal. 

Namun, beberapa kondisi dapat membuat keputihan menjadi tidak normal. Hal ini menandakan keputihan sebagai tanda atau gejala dari penyakit organ reproduksi wanita. 

Lantas, apa penyebab keputihan pada wanita? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Penyebab Keputihan

Melansir dari situs rs.uns.ac.id, penyebab keputihan pada wanita tergantung dari jenis keputihan yang terjadi. Hal ini dapat dibedakan menjadi dua penyebab, yakni fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Berikut penyebabnya:

1. Penyebab Keputihan Fisiologis (Normal)

Penyebab keputihan fisiologis atau yang normal adalah karena faktor hormonal. Keputihan ini umumnya dapat terjadi pada masa subur, masa menjelang dan sesudah menstruasi, juga melalui rangsangan seksual. 

Pada kondisi ini, keputihan yang terjadi biasanya encer dan tidak lengket. Selain itu, cairan keputihannya juga berwarna bening, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal.

2. Penyebab Keputihan Patologis (Abnormal)

Penyebab keputihan yang tidak normal mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah karena infeksi pada organ reproduksi wanita, sehingga menimbulkan gejala keputihan. 

Adapun beberapa penyebab utamanya adalah infeksi bakteri (vaginitis), infeksi jamur (candidiasis), dan infeksi parasit (trikomoniasis).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari gejala keputihan abnormal ini, hal yang perlu diperhatikan adalah adanya peningkatan volume atau jumlah lendir menjadi berlebihan. Selain itu, ada perubahan warna, misalnya warna putih seperti susu atau warna kuning hingga hijau). 

Keputihan abnormal juga terlihat dari perubahan kekentalan lendir yang disertai dengan rasa gatal dan berbau. Bahkan, dalam beberapa kasus hal ini disertai dengan nyeri pada perut. 

Sebagai informasi, keputihan abnormal jarang terjadi pada remaja putri yang sedang pubertas dan wanita dewasa yang telah menopause. Adapun beberapa hal yang bisa menjadi penyebab keputihan tidak normal pada wanita adalah sebagai berikut:

  • Kurang menjaga kebersihan area vagina.
  • Tidak menjalani pola hidup yang sehat.
  • Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan bukan katun, seperti sintesis, sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur.
  • Sering mandi dan berendam dengan air hangat atau panas. Hal ini karena jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  • Membilas vagina dari arah belakang ke depan atau anus ke vagina.
  • Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid.
  • Menderita penyakit tertentu, seperti kanker serviks, diabetes, infeksi menular seksual dari klamidia atau gonore.
  • Sering menggunakan sabun atau lotion beraroma, mandi busa, dan membersihkan vagina dengan semprotan air.
  • Vaginal douche atau pencucian vagina menggunakan cairan kalium permanganat yang murah atau cairan antiseptic yang dapat menimbulkan keputihan.

Cara Mencegah Keputihan

Apabila mulai mengalami keluhan keputihan yang abnormal, maka segera konsultasikan dengan dokter. Pasalnya, jenis pengobatan untuk keputihan berbeda-beda, tergantung dari penyebab keputihan itu terjadi.

Keputihan dapat dihindari dengan berbagai cara. Mulai dari menghindari stress dan menjaga kesehatan serta kebersihan area genitalia kewanitaan dengan cara membersihkan vagina secara teratur. 

Selain itu, disarankan juga membersihkan vagina dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina.

Hindari membasuh vagina menggunakan sabun beraroma, cairan antiseptik, atau ramuan herbal. Pasalnya, cairan-cairan itu bisa menyebabkan terganggunya keseimbangan di area vagina sehingga membunuh atau membuang bakteri baik.

Tak hanya itu, keputihan juga dapat dicegah dengan menggunakan pakaian dalam dari bahan katun yang lembut dan sering mengganti pembalut saat menstruasi. 

Pemakaian panty liner juga lebih baik dihindari apabila tidak diperlukan. Hal-hal tersebutlah yang akan membantu meminimalkan munculnya keluhan keputihan patologis atau tidak normal.

RADEN PUTRI

Pilihan Editor: Awas, Keputihan Bisa Memicu Kanker Serviks. Jangan Abaikan

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pria Diminta Tak Pakai Celana Ketat saat Cuaca Panas, Dokter Sebut Alasannya

9 hari lalu

Umat Muslim memegang payung berjalan di tengah cuaca yang sangat panas, selama ibadah haji tahunan, di Mina, Arab Saudi, 18 Juni 2024. REUTERS/Saleh Salem
Pria Diminta Tak Pakai Celana Ketat saat Cuaca Panas, Dokter Sebut Alasannya

Laki-laki dimbau tidak memakai celana ketat ketika cuaca panas sangat terik untuk menjaga kualitas sperma. Bagaimana dengan wanita?


Jaga Kesehatan Organ Reproduksi, Bawa Celana Dalam Cadangan saat Bepergian

14 hari lalu

Ilustrasi celana dalam perempuan. Freepik
Jaga Kesehatan Organ Reproduksi, Bawa Celana Dalam Cadangan saat Bepergian

Pendiri PSV mengatakan perempuan perlu membawa tisu dan celana dalam cadangan saat bepergian sebagai langkah menjaga kesehatan organ reproduksi.


Boleh Pakai Antiseptik pada Vagina pada Kondisi Ini

57 hari lalu

Ilustrasi vagina. Shutterstock
Boleh Pakai Antiseptik pada Vagina pada Kondisi Ini

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi menjelaskan kapan sebaiknya gunakan antiseptik pada vagina. Kapan pula harus segera menemui dokter.


Kapan Area Vagina Boleh Diberi Cairan Antiseptik?

57 hari lalu

Ilustrasi vagina. Shutterstock
Kapan Area Vagina Boleh Diberi Cairan Antiseptik?

Ginekolog mengatakan pemakaian cairan antiseptik pada area vagina diperbolehkan hanya saat rasa gatal muncul pertama kali.


Mengenal Trikomoniasis, Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan Parasit

19 Februari 2024

Ilustrasi infeksi saluran kemih. shutterstock.com
Mengenal Trikomoniasis, Penyakit Menular Seksual yang Disebabkan Parasit

Trikomoniasis merupakan PMS yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomonas vaginalis.


Jangan Cemas, Keputihan Belum Tentu karena Kanker Serviks

14 Februari 2024

Ilustrasi keputihan. shutterstock.com
Jangan Cemas, Keputihan Belum Tentu karena Kanker Serviks

Keputihan pada wanita belum tentu berarti terkena kanker serviks. Namun sebaiknya periksakan ke dokter untuk diagnosis lebih tepat.


5 Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

4 Desember 2023

Ilustrasi infeksi saluran kemih. shutterstock.com
5 Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Diperkirakan, sekitar 20 persen wanita akan mengalami infeksi saluran kemih dalam hidup mereka, dengan risiko 1 hingga 2 persen terjadi pada anak-anak


Seri Infeksi Saluran Kemih: 5 Penyebab Vagina Panas atau Serasa Terbakar

4 Desember 2023

Ilustrasi vagina. Shutterstock
Seri Infeksi Saluran Kemih: 5 Penyebab Vagina Panas atau Serasa Terbakar

Selain adanya Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada wanita, ada beberapa penyebab lain yang juga membuat vagina terasa terbakar.


Infeksi Saluran Kemih Wanita Bisa Sebabkan Vagina Serasa Terbakar, Gejalanya?

3 Desember 2023

Ilustrasi infeksi saluran kemih. shutterstock.com
Infeksi Saluran Kemih Wanita Bisa Sebabkan Vagina Serasa Terbakar, Gejalanya?

Vagina terasa panas adalah kondisi umum yang dialami wanita. Sensasi panas ini biasanya dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya Infeksi Saluran Kemih


6 Manfaat Daun Sirih Tak Hanya untuk Antiseptik, Berikut Rincian Kandungannya

24 November 2023

Ilustrasi jamu daun sirih dan daun sambiloto. TEMPO/Subekti.
6 Manfaat Daun Sirih Tak Hanya untuk Antiseptik, Berikut Rincian Kandungannya

Daun sirih bagi kesehatan sudah lama dikenal sebagai obat herbal untuk berbagai gangguan kesehatan. Apa manfaatnya, apa saja kandungannya?