Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Diet Mediterania Bantu Turunan Kecemasan dan Stres pada Lansia

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

image-gnews
Ilustrasi diet makanan mentah. Freepik.com/Yanalya
Ilustrasi diet makanan mentah. Freepik.com/Yanalya
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Penelitian terbaru tentang diet Mediterania menunjukkan pola makan tersebut, tidak hanya mempromosikan kesehatan fisik, juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan mental terutama bagi orang lanjut usia.

Diet Mediterania terkait dengan banyak manfaat kesehatan, termasuk risiko yang lebih rendah terhadap kondisi kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. Medical Daily, Jumat 17 Mei 2024, menulis bahwa Diet Mediterania menekankan konsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, minyak sehat, dan jumlah moderat ikan dan makanan laut.

Menurut studi terbaru dari University of South Australia, kepatuhan yang lebih baik terhadap diet Mediterania dapat membantu mengurangi gejala stres dan kecemasan pada orang dewasa lansia. Temuan tersebut didasarkan pada sebuah studi yang dilakukan di antara 294 peserta berusia 60 tahun ke atas di Australia.

"Kepatuhan terhadap diet Mediterania berbanding terbalik dengan keparahan gejala kecemasan secara independen dari usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, tidur, risiko kognitif, dan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, kepatuhan terhadap diet Mediterania juga berbanding terbalik dengan gejala stres secara independen dari usia, jenis kelamin, IMT, aktivitas fisik, dan tidur. Namun, tidak ada hubungan antara kepatuhan terhadap diet Mediterania dan gejala depresi yang diamati," para peneliti menulis dalam studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients.

Para peneliti mengidentifikasi bahwa manfaat kesehatan mental berasal dari elemen-elemen spesifik dari diet Mediterania seperti buah-buahan, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan konsumsi rendah minuman manis. "Biji-bijian dan kacang-kacangan kaya serat, lemak sehat, dan antioksidan yang kemungkinan membantu menghasilkan bakteri baik dalam usus, menurunkan peradangan, dan pada gilirannya memiliki efek yang menguntungkan pada kesehatan otak. Asupan sayuran yang lebih tinggi juga terkait dengan gejala depresi yang lebih rendah, meskipun kami terkejut bahwa temuan secara keseluruhan tidak lebih kuat untuk meredakan depresi dan ini membutuhkan studi lebih lanjut," kata salah seorang penulis studi Anthony Villani.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Para peneliti percaya temuan mereka akan memberikan lebih banyak harapan, oleh karena itu mereka membuka kemungkinan untuk menyertakan diet Mediterania sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam mengelola berbagai hasil terkait kesehatan.

"Sekarang sudah ada bukti yang cukup tentang hasil positif diet terhadap berbagai penyakit kronis, dan itu sangat dapat diterapkan dalam praktek. Misalnya, saya dapat merekomendasikan diet Mediterania untuk mendukung manajemen diabetes seseorang, mengetahui bahwa hal itu juga dapat memiliki hasil yang diinginkan pada kesehatan mental mereka," kata Lisa Allcock, yang memimpin studi tersebut.

Pilihan Editor: Diet Mediterania Baik untuk Penderita Asam Urat, Apa yang Boleh Disantap?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Hati-hati, Ini Daftar Makanan yang Dapat Menurunkan Daya Ingat

2 jam lalu

Ilustrasi otak. medicalnews.com
Hati-hati, Ini Daftar Makanan yang Dapat Menurunkan Daya Ingat

Beberapa jenis makanan ini dapat berdampak buruk pada daya ingat dan kesehatan otak secara keseluruhan.


Mengenal Istilah Cringe

8 jam lalu

Gestur cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka (kanan) saat akan menyampaikan pandangannya di depan rivalnya, Muhaimin Iskandar saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Debat Keempat Pilpres 2024 mengangkat tema terkait pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa. ANTARA/M Risyal Hidayat
Mengenal Istilah Cringe

Cringe adalah bentuk rasa malu, tetapi rasa malu dialami atas nama orang lain, bukan dialami secara langsung melalui tindakan sendiri.


Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

11 jam lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

Di usia 81 tahun, Presiden AS Joe Biden diduga telah mengalami penurunan kognitif. Cegah masalah kognisi saat menua dengan cara berikut.


Kaitan Pola Makan dan Kesehatan Usus untuk Bantu Percepat Pemulihan Penyakit

2 hari lalu

Ilustrasi usus. 123rf.com
Kaitan Pola Makan dan Kesehatan Usus untuk Bantu Percepat Pemulihan Penyakit

Pola makan sehat dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker tertentu, dan hal itu bisa diawali dari kesehatan usus.


Pakar Ungkap Penyebab Stres Bisa Berujung Kematian, Terutama pada Penderita Penyakit Jantung

3 hari lalu

Ilustrasi Pria Stres (pixabay.com)
Pakar Ungkap Penyebab Stres Bisa Berujung Kematian, Terutama pada Penderita Penyakit Jantung

Pakar asal Swiss menyebut stres bisa membuat pembuluh darah kaku dan darah lebih kental berdasarkan riset yang telah ia lakukan sejak tahun 2000.


5 Tips Penting untuk Menjaga Kekebalan Tubuh Saat Cuaca Dingin

3 hari lalu

Ilustrasi kedinginan. Shutterstock
5 Tips Penting untuk Menjaga Kekebalan Tubuh Saat Cuaca Dingin

Cuaca dingin di Indonesia saat ini perlu dihadapi dengan berbagai caa supaya tubuh tetap sehat


Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

4 hari lalu

Anggota Polsek Jonggol mengevakuasi mayat pasutri lansia di sebuah perumahan di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor. Selasa, 16 Juli 2024. Dok. Polsek Jonggol.
Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

Sebelum ditemukan meninggal di rumahnya, korban tidak terlihat sejak Sabtu, 12 Juli lalu.


Deretan 5 Tips Menanam Sayuran pada Musim Kemarau

6 hari lalu

Ilustrasi berkebun. Freepik.com/Senivpetro
Deretan 5 Tips Menanam Sayuran pada Musim Kemarau

Sayuran bisa tumbuh dengan baik pada musim kemarau, asalkan dirawat dengan baik menggunakan tips berikut ini.


Manfaat Berpelukan Antara Anak dan Orang Tua

6 hari lalu

Ilustrasi orang tua dan anak pelukan (Pixabay.com)
Manfaat Berpelukan Antara Anak dan Orang Tua

Masih banyak orang tua yang canggung ketika memeluk anak. Padahal berpelukan dengan tulus bisa memberikan banyak manfaat.


Mengenal 7 Sayuran yang Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau

6 hari lalu

Ilustrasi sayuran. Unsplash.com/Inigo De la Maza
Mengenal 7 Sayuran yang Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau

Di cuaca panas musim kemarau, ternyata 7 sayuran ini bisa tumbuh dengan baik.