Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kapan Modalitas Komplementer Bisa Diterapkan pada Pasien Stroke?

Reporter

image-gnews
ilustrasi stroke (Pixabay.com)
ilustrasi stroke (Pixabay.com)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengatakan pengobatan dengan modalitas komplementer baru bisa diterapkan saat fase akut atau hari pertama sampai ketujuh serangan stroke.

“Yang bisa dijalani selain medis konvensional, akupunktur bisa masuk di hari pertama sampai hari ketujuh untuk rekover fungsi tubuh yang terkena dan fungsi otak. Herbal juga bisa masuk tapi saat fase akut harus berhati-hati,” katanya dalam diskusi mengenai pengobatan herbal jamu untuk diabetes dan stroke, Minggu, 26 Mei 2024.

Inggrid mengatakan saat menerapkan modalitas herbal pada fase akut stroke harus berhati-hati karena herbal Indonesia belum banyak diteliti bisa bekerja dalam fase akut. Yang sudah diteliti hingga uji klinis justru herbal dari Cina seperti astragalus dan salvia miltiorrhiza.

Ia menyebut penelitian juga masih sangat terbatas sehingga harus berhati-hati agar penggunaan herbal Indonesia dapat memberikan manfaat terhadap proteksi neuron, neurogenesis, dan neuroplastisitas dan termasuk memelihara aliran darah. Penggunaan herbal pada fase 1-7 hari ini juga harus berhati-hati karena hasil uji klinik yang belum konsisten dan tidak signifikan dibanding penggunaan plasebo sehingga harus diperhatikan risiko dan manfaatnya.

“Ada juga misalnya herbal termasuk herbal Cina, cuma isinya ada mineral yang basisnya sebetulnya dari arsen dan raksa, itu juga harus berhati-hati ketika dikombinasi dengan obat medis konvensional,” paparnya.

Setelah enam bulan
Setelah fase kronis di atas enam bulan, akupunktur dan herbal menjadi lebih aman dan mempercepat proses pemulihan. Penggunaan herbal dari fase akut hingga kronis memiliki dua fungsi, yakni meregulasi aliran darah dengan cara mendiliatasi atau melebarkan pembuluh darah, menghambat trombosit, meregulasi penggumpalan dan lipid darah serta kolesterol.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Fungsi kedua yaitu proteksi otak dengan mekanisme antioksidan, antikerusakan oksida nitrat, anti-inflamasi atau peradangan neuron, memproteksi neurovaskular, dan melindungi batas otak dan darah. Inggrid mengatakan pengobatan tradisional komplementer belum terbukti lebih baik dari pengobatan konvensional sehingga mengingatkan pengobatan ini bukan sebagai pengganti obat konvensional medis.

“Namun tetap bermanfaat untuk menjaga faktor risiko stroke seperti hipertensi, menstabilkan gula darah dan lipid darah sehingga bermanfaat mencegah stroke atau stroke berulang, demikian juga saat pemulihan,” jelasnya.

Sementara pada pasien stroke, pengobatan herbal lebih diutamakan yang bersifat nutrisi penting, vitamin dan mineral, dan zat antioksidan karena sangat bermanfaat untuk tambahan nutrisi mendukung pemulihan secara holistik.

“Herbal atau jamu bisa dipakai untuk pencegahan dan pemulihan stroke karena herbal atau jamu terkait gaya hidup. Salah satunya diet gizi seimbang, yang utama berbasis tanaman, tumbuhan, atau nabati,” tandasnya.

Pilihan Editor: Makanan yang Dianjurkan Pakar Saraf untuk Pasien Stroke

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Apakah Obat Herbal Lebih Aman Dibanding Obat Sintetis?

18 jam lalu

Ilustrasi obat herbal/alami, kayu manis, madu, cengkeh. REUTERS/Susan Lutz
Apakah Obat Herbal Lebih Aman Dibanding Obat Sintetis?

Obat herbal sering kali digunakan sebagai alternatif ketika orang takut mengonsumsi obat sintetis berlebihan. Namun benarkah yang alami lebih baik?


Ini Beda Sakit Kepala Biasa dan Sakit Kepala Gejala Stroke

2 hari lalu

Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com
Ini Beda Sakit Kepala Biasa dan Sakit Kepala Gejala Stroke

Jarang dipahami, berikut ini beberapa ciri sakit kepala biasa dan sakit kepala stroke yang harus diwaspadai. Ini informasi lengkapnya.


Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

3 hari lalu

Ilustrasi Ring jantung. Vidio/Abott
Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

Pakar menjelaskan pemeriksaan pembuluh darah menggunakan ultrasonografi (USG) bisa membantu upaya untuk mendeteksi dini penyakit arteri perifer.


Kasus Stroke Terus Meningkat, Perlu Lebih Banyak Ahli Penanganan Aneurisma

12 hari lalu

Barrow Neurological Institute (BNI), bekerja sama dengan RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Kementrian Kesehatan, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf Indonesia (PERSPEBSI) dan Aesculap Academy Indonesia melaksanakan pelatihan microsurgery/RS PON
Kasus Stroke Terus Meningkat, Perlu Lebih Banyak Ahli Penanganan Aneurisma

Seluruh dokter di tingkat provinsi di Indonesia perlu mampu menangani pembedahan clipping pada kasus stroke aneurisma otak


Tren Perawatan Kecantikan dan Pengobatan Herbal Meningkat, Indonesia Punya Dua Modal Besar

16 hari lalu

Ilustrasi obat herbal/alami, kayu manis, madu, cengkeh. REUTERS/Susan Lutz
Tren Perawatan Kecantikan dan Pengobatan Herbal Meningkat, Indonesia Punya Dua Modal Besar

Riset menunjukkan kekayaan pengetahuan dan sumber daya alam lokal Indonesia yang penting untuk perawatan kecantikan dan pengobatan.


Pakar Sebut Kaitan Kesehatan Mulut dengan Serangan Jantung dan Stroke

34 hari lalu

Ilustrasi wanita menyikat gigi. Foto: Unsplash.com/Diana Polekhina
Pakar Sebut Kaitan Kesehatan Mulut dengan Serangan Jantung dan Stroke

Malas menjaga kesehatan mulut dan gigi bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selanjutnya menambah risiko serangan jantung dan stroke.


Jahe pun Bisa Dibuat Teh, Simak Sederet Khasiatnya

38 hari lalu

Ilustrasi teh jahe. Freepik.com/Jcomp
Jahe pun Bisa Dibuat Teh, Simak Sederet Khasiatnya

Jahe dikonsumsi dalam berbagai cara, termasuk dalam bentuk teh dengan cara diiris tipis-tipis dan diseduh layaknya teh. Berikut manfaat teh jahe.


Waspada Stroke Akibat Gangguan Irama Jantung

39 hari lalu

ilustrasi jantung (pixabay.com)
Waspada Stroke Akibat Gangguan Irama Jantung

Salah satu risiko pasien dengan gangguan irama jantung adalah stroke. Dampak stroke ini bahkan lebih parah dibanding hipertensi.


Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

40 hari lalu

Pance Pondaag. Wikipedia
Era 1990-an Lagu dan Suara Pance Pondaag Merajai Blantika Musik, Siapa Dia?

Mengenang musisi Pance Pondaag yang meninggal 14 tahun lalu. Lagu dan suaranya merajai blantika musik Indonesia era 1990-an.


Kisah Ibu Muda Tiba-tiba Terserang Stroke, Pesan buat Anak Muda Lain

43 hari lalu

Ilustrasi stroke.saga.co.uk
Kisah Ibu Muda Tiba-tiba Terserang Stroke, Pesan buat Anak Muda Lain

Stroke bisa terjadi karena penyebab apapun pada siapa saja, usia dan jenis kelamin apapun, termasuk pada orang muda. Simak kisah berikut.