Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Virus ASF Babi Terdeteksi di Lembata, Apa Itu African Swine Fever?

Reporter

Editor

Bram Setiawan

image-gnews
Virus ASF flu babi Afrika. Foto : The Pirbright Institute
Virus ASF flu babi Afrika. Foto : The Pirbright Institute
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur melarang hilir mudik ternak babi antarkecamatan dan desa untuk mencegah penyebaran virus ASF atau African swin fever. "Tidak boleh lagi dari dalam Kota Lewoleba ke kecamatan atau desa," kata Pelaksana tugas Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata Theresia Making dikutip dari Antara, Selasa, 4 Juni 2024.

Ternak babi yang terserang virus flu babi Afrika atau ASF juga terdeteksi di Papua. Pemerintah Papua melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan setempat menetapkan status darurat wabah African swine fever (ASF) yang menyerang hewan ternak babi di wilayah setempat. Status tersebut melalui surat keputusan Gubernur Papua Nomor: 188.4/143 Tahun 2024 tentang penetapan status keadaan darurat wabah penyakit ASF di Provinsi Papua.

Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Papua Matheus P. Koibur di Jayapura, mengatakan, hal ini setelah meningkatnya angka kematian ternak babi sejak 6 Februari sampai 5 April 2024.  Angkanya mencapai 156 ekor di kampung Nolokla dan Ayapo Distrik Sentani Kabupaten Jayapura.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Sebanyak 156 ekor ternak tersebut dengan gejala mengarah pada wabah ASF yang berpotensi semakin meluas sehingga guna mengantisipasi penyebarannya di wilayah Provinsi Papua maka diperlukan tindakan darurat bencana," kata Koibur dikutip Antara Kamis, 6 Juni 2024.

Apa Itu ASF?

Menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH), flu babi Afrika adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang babi ternak dan liar dengan tingkat kematian mencapai 100 persen. Virus ini bisa bertahan hidup di pakaian dan produk olahan daging babi. Virus ini berdampak buruk terhadap populasi babi dan perekonomian yang rentan mempengaruhi ketahanan pangan di wilayah yang mengonsumsi hewan ternak tersebut.

Dikutip dari situs web Dinas Kesehatan Papua, keterangan dari dokter hewan Tri Wahyu Retnaningsih, ASF adalah virus yang sangat menular. Virus ini menimbulkan berbagai perdarahan organ dalam babi yang berisiko tinggi mengakibatkan kematian.

ASF tersebab virus DNA dengan untai ganda dari genus Asfiviru dan famili Asfarviridae. ASF virus sangat tahan terhadap pengaruh lingkungan, dan stabil di tingkat keasaman atau pH 4-13.

Babi ternak adalah hewan yang paling rentan terhadap penyakit ASF, gejala penyakit secara klinis langsung terlihat. Adapun jenis babi hutan atau warthogs (Phacochoerus
africanus  dan P. aethiopicus), babi semak (Potamochoerus porcus  dan P. larvatus), dan babi hutan jumbo Hylochoerus meinertzhageni tidak menunjukkan tanda klinis saat terinfeksi. Namunj enis-jenis babi hutan tetap sebagai reservoir atau organisme yang menjadi tempat hidup virus.

KUKUH S. WIBOWO | WOAH | DINAS KESEHATAN PAPUA

Pilihan Editor: Virus ASF Menyerang Ternak Babi, Status Darurat hingga Mencegah Penyebaran

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Beragam Jenis Babi, Apa Saja Bedanya?

47 hari lalu

Ilustrasi babi. freepik.com
Beragam Jenis Babi, Apa Saja Bedanya?

Ada berbagai jenis babi di seluruh dunia. Setiap jenis memiliki kekhasan, termasuk warna, ukuran, perilaku, dan kualitas dagingnya


Virus ASF Menyerang Ternak Babi, Status Darurat hingga Mencegah Penyebaran

48 hari lalu

Virus ASF flu babi Afrika. Foto : The Pirbright Institute
Virus ASF Menyerang Ternak Babi, Status Darurat hingga Mencegah Penyebaran

Ternak babi yang terserang virus flu babi Afrika atau virus ASF terdeteksi di Papua


8 Poin Instruksi Pj Gubernur Papua Soal Peningkatan Wabah ASF, Pemerintah Setempat Tetapkan Status Darurat

48 hari lalu

Ridwan Rumasukun, Pj Gubernur Papua. Foto: Kominfo Papua/Wikipeda
8 Poin Instruksi Pj Gubernur Papua Soal Peningkatan Wabah ASF, Pemerintah Setempat Tetapkan Status Darurat

Wabah African Swine Fever atau ASF jadi pemicu kematian ternak babi di Papua. Berikut 8 poin instruksi Pj Gubernur Papua dan penetapan status darurat.


Ditemukan Dua Kasus di Lembata, Babi Virus ASF Dapat Menimbulkan Kerugian Ekonomi

48 hari lalu

Kandang peternakan babi yang tidak memiliki izin di Mlese, Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 26 Januari 2023. Satpol PP Kabupaten Klaten menutup peternakan babi tersebut karena tidak memilik surat izin usaha peternakan serta berada di tengah pemukiman warga. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ditemukan Dua Kasus di Lembata, Babi Virus ASF Dapat Menimbulkan Kerugian Ekonomi

Pemkab Lembata melarang lalu lintas ternak babi antar-kecamatan dan desa untuk mencegah penyebaran virus African Swine Fever (ASF)


Haramkan Ternak Diberi Pakan Campuran Darah Babi, MUI: Tidak Dapat Disertifikasi Halal

55 hari lalu

Peternak memberi pakan ternak sapi di Jakarta, Selasa 27 Februari 2024. Sebanyak tujuh rumah warga di sekitar peternakan sapi tersebut memanfaatkan limbah kotoran ternak untuk dijadikan energi biogas dalam kehidupan sehari-hari.  ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso
Haramkan Ternak Diberi Pakan Campuran Darah Babi, MUI: Tidak Dapat Disertifikasi Halal

MUI telah mengeluarkan fatwa melarang pakan ternak dari campuran darah babi.


Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

13 Mei 2024

Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York. Prosedur yang dilakukan di NYU Langone Health di New York City melibatkan penggunaan babi yang gennya telah diubah sehingga jaringannya tidak lagi mengandung molekul yang diketahui memicu penolakan segera. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS
Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

Seorang pria penerima transplantasi ginjal babi pertama di dunia meninggal setelah dua bulan operasi pencangkokan. Apa sebabnya?


IPB Buka Fasilitas Penitipan Hewan Peliharaan, dari Kucing sampai Babi

8 April 2024

Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) milik Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University membuka fasilitas penitipan hewan peliharaan pada saat hari raya. Fasilitas tersebut merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara. IPB.ac.id
IPB Buka Fasilitas Penitipan Hewan Peliharaan, dari Kucing sampai Babi

Fasilitas milik Rumah Sakit Hewan Pendidikan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University ini diklaim yang terbesar se-ASEAN.


Mengenal 12 Shio dan Maknanya dalam Kalender Cina

9 Februari 2024

Ilustrasi shio. Foto: Freepik.com/Zale
Mengenal 12 Shio dan Maknanya dalam Kalender Cina

Setiap shio mencerminkan sifat dan karakteristik unik yang diyakini mempengaruhi nasib seseorang berdasarkan tahun kelahirannya.


Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus hingga 464 Kali

7 Desember 2023

Seorang pengendara bermotor berlatar Gunung Ili Lewotolok yang masih mengeluarkan material vulkanik di Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, NTT, Rabu 2 Desember 2020. Berdasarkan laporan dari pos pemantauan Gunung Ili Lewotolok aktivitas gunung api masih fluktuatif, artinya erupsinya masih terus terjadi dengan intensitas sedang dan tinggi. ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.
Gunung Ile Lewotolok di NTT Meletus hingga 464 Kali

PVMBG melalui Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, mengatakan gunung ini meletus hingga 464 kali.


Inggris Laporkan Virus Mirip Flu Babi Terdeteksi pada Manusia

28 November 2023

Daging babi yang dijual di sebuah pasar di Bangkok, Thailand, 11 Januari 2022. Pihak berwenang Thailand mengatakan bahwa mendeteksi kasus pertama flu babi Afrika pada 11 Januari 2022 di sebuah rumah potong di provinsi Nakhon Pathom. REUTERS/Chalinee Thirasupa
Inggris Laporkan Virus Mirip Flu Babi Terdeteksi pada Manusia

Inggris telah mendeteksi kasus pertama virus flu pada manusia yang serupa dengan virus flu babi.