Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

3 Faktor Demam Berdarah Jadi Penyakit Endemik di Wilayah ASEAN

image-gnews
Dunia tanpa Nyamuk (Keseharian):Dua pria tua bersongkok putih menutup hidung pada saat dilakukan pengasapan untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah di daerah Duren Sawit, Jakarta, 10 Mei 2008. Serangan wabah penyakit mematikan itu sering muncul di Indonesia saat peralihan musim. Fotografer ingin memperlihatkan salah satu suasana khas Indonesia: pengasapan yang rutin. Ketidakacuhan tecermin dalam sikap kedua orang tua itu.(Juara 1: ACHMAD IBRAHIM/AP)
Dunia tanpa Nyamuk (Keseharian):Dua pria tua bersongkok putih menutup hidung pada saat dilakukan pengasapan untuk mencegah berkembangnya nyamuk demam berdarah di daerah Duren Sawit, Jakarta, 10 Mei 2008. Serangan wabah penyakit mematikan itu sering muncul di Indonesia saat peralihan musim. Fotografer ingin memperlihatkan salah satu suasana khas Indonesia: pengasapan yang rutin. Ketidakacuhan tecermin dalam sikap kedua orang tua itu.(Juara 1: ACHMAD IBRAHIM/AP)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota yang terhimpun dalam ASEAN bekerja sama dengan organisasi kesehatan dunia (WHO) untuk aksi konsolidasi guna tindakan pencegahan demam berdarah. Aksi konsolidasi tersebut berupa penguatan kerja sama antarsektor sekaligus 15 Juni 2011 menjadi tahun pertama diperingatinya DBD sebagai penyakit endemik di wilayah Asia Tenggara. Berikut 3 hal yang mendasari DBD jadi penyakit endemik ASEAN.

1. Iklim Tropis dan Pengaruh El Nino jadi Faktor Sebaran Nyamuk Aedes aegypti di ASEAN

Negara-negara seperti Indonesia, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura yang berada di kawasan Asia Tenggara umumnya memiliki iklim yang serupa yaitu tropis dengan pengaruh El Nino yang saling berembus. Dikutip dari World Health Organization, dari 3,5 miliyar orang penderita DBD, penderita yang tinggal di kawasan Asia Tenggara menyumbang sebanyak 1,3 miliyar kasus DBD. Dan kasus DBD di Indonesia meningkat saat musim kemarau tiba sebagai akibat fenomena El Nino. Nyamuk akan semakin ganas saat suhu di suatu wilayah semakin meningkat.

2. Asia Tenggara Memiliki Curah Hujan Tinggi

Dilansir dari Britannica di Asia Tenggara banyak dilalui daerah pegunungan yang membuat perbedaan radiasi matahari, iklim, hingga intensitas curah hujan. Indonesia sebagai negara yang dilalui khatulistiwa memiliki curah hujan 80 inchi hingga 120 inchi. Curah hujan yang tinggi ini mempengaruhi keberadaan nyamuk Aedes aegypti karena banyaknya genangan air di sejumlah wilayah yang jadi tempat perkembangbiakannya. Inilah yang membuat negara-negara Asia Tenggara jadi negara endemik penyakit DBD.

3. Pengaruh Penyintas DBD 

Sejak tahun 2011 lonjakan kasus DBD di Asia Tenggara tidak ada habisnya, bahkan pada tahun 2022 lalu Filipina dan Vietnam masuk kategori top 5 penyumbang kasus DBD terbesar di dunia. Sedangkan Indonesia pada 2024 ini alami lonjakan kasus hingga 88 ribu lebih kasus, di sebuah penelitian disebutkan bahwasannya seorang yang pernah terinfeksi kasus DBD memiliki kecenderungan untuk 'kambuh' hingga 4 kali dan berisiko tinggi terinfeksi.

MELINDA KUSUMA NINGRUM | PUSPITA AMANDA SARI

Pilihan Editor: Tak Hanya Jambu Biji, Ini 5 Obat Alami untuk Tangani Demam Berdarah

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Retno Marsudi Hadir di Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, Ini Agenda Pembahasannya

1 hari lalu

Menlu RI Retno Marsudimemberikan keterangan saat bertemu dengan Menlu  Tanzania Stergomena Lawrence Tax terkait membahas peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi di kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis, 22 Juni 2023. Retno menjelaskan selama lima tahun terakhir, Indonesia telah melaksanakan berbagai program peningkatan kapasitas dan pelatihan antara lain tentang ketahanan pangan, perdagangan, investasi, dan pendidikan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Retno Marsudi Hadir di Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, Ini Agenda Pembahasannya

Retno Marsudi akan menyoroti peran ASEAN dalam implementasi Five-Points Consensus (5PC) dan strategi penyaluran bantuan kemanusiaan ASEAN.


Indonesia Urutan Pertama Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

1 hari lalu

Para pencari kerja antre menggunakan gawai untuk memasukkan lamaran kerja pada Pameran Bursa Kerja di Thamrin City, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2024. Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Pusat menggelar bursa kerja yang diikuti 40 perusahaan nasional dengan 1.200 lowongan pekerjaan itu bertujuan untuk untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah DKI Jakarta. TEMPO/Tony Hartawan
Indonesia Urutan Pertama Tingkat Pengangguran Tertinggi di ASEAN

IMF menempatkan Indonesia urutan pertama tingkat pengangguran tertinggi di ASEAN pada April 2024.


Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

3 hari lalu

Seorang pasien Palestina terbaring di tempat tidur di Gereja Baptis di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, 1 Juli 2024. Gereja St. Philip diubah menjadi klinik lantaran krisis rumah sakit di Gaza akibat tingginya jumlah pasien di tengah serangan Israel. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

Rumah sakit di Jalur Gaza kekurangan fasilitas dasar yang dapat menyebabkan kematian warga lebih banyak setiap detiknya.


Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia

4 hari lalu

Ilustrasi obesitas. Shutterstock
Daftar Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia

WHO mencatat 2,5 miliar orang dewasa usia 18 ke atas mengalami kelebihan berat badan. Berikut ini negara dengan obesitas tertinggi di dunia.


3 Fase DBD yang Perlu Dipahami untuk Selamatkan Nyawa

5 hari lalu

Ilustrasi demam berdarah dengue atau DBD. Pexels/Pavel Danilyuk
3 Fase DBD yang Perlu Dipahami untuk Selamatkan Nyawa

Memahami tiga fase klinis DBD penting agar orang tua tidak terlambat membawa anak ke rumah sakit dan menurunkan angka kematian.


Inovasi dari Individu dan Komunitas Penting untuk Kurangi kasus Infeksi Demam Berdarah Dengue

9 hari lalu

Tim Dengue Slayers Challenge/PJI
Inovasi dari Individu dan Komunitas Penting untuk Kurangi kasus Infeksi Demam Berdarah Dengue

Pentingnya aksi dan inovasi masyarakat demi kurangi kasus demam berdarah dengue hingga mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030


Jennie BLACKPINK Minta Maaf Pasca Video Gunakan Vape Viral, Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan?

9 hari lalu

Anggota grup BLACKPINK, JENNIE, merupakan bintang multitalenta yang tidak asing lagi dengan program variety Apartment404/Foto: Doc. Prime Video
Jennie BLACKPINK Minta Maaf Pasca Video Gunakan Vape Viral, Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Kesehatan?

Kedapatan merokok vape dalam ruangan, agensi Jennie BLACKPINK Odd Atelier merilis permintaan maaf. Ini bahaya rokok elektrik.


Jambu Merah Ahlinya Menyembuhkan DBD, Fakta atau Mitos?

14 hari lalu

Ilustrasi jambu biji. Unsplash.com/Gregory Culmer
Jambu Merah Ahlinya Menyembuhkan DBD, Fakta atau Mitos?

Meskipun jambu biji mengandung vitamin C yang memperkuat daya tahan tubuh, hal ini tidak otomatis berkontribusi peningkatan trombosit pada pasien DBD.


Airlangga Sebut RI Jadi Negara dengan Jumlah Unicorn dan Decacorn Terbesar

14 hari lalu

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia tahun 2023 di Menko Perekonomian, Jakarta, Senin, 5 Februari 2024. Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi 2023 mencapai 5,05 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun 2022 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,31 persen. TEMPO/Tony Hartawan
Airlangga Sebut RI Jadi Negara dengan Jumlah Unicorn dan Decacorn Terbesar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan Indonesia kini menjadi negara dengan jumlah perusahaan unicorn dan decacorn terbesar.


16 Petinggi Jamaah Islamiyah Sebut akan Bubarkan Jaringannya

16 hari lalu

Personel Birmob dan Tim Gegana Polda Sulteng berjaga di depan sebuah rumah saat penggeledahan oleh Densus 88 Anti Teror di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis 18 April 2024. Densus 88 kembali menggeledah rumah seorang terduga anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di wilayah Sulawesi Barat, setelah sebelumnya pada Selasa 16 April menangkap tujuh orang terduga anggota Jamaah Islamiyah di wilayah Palu, Sigi, dan Poso. ANTARA FOTO/Basri Marzuki
16 Petinggi Jamaah Islamiyah Sebut akan Bubarkan Jaringannya

16 pemimpin Jamaah Islamiyah (JI) yang mengumumkan bahwa mereka membubarkan jaringan ekstremis tersebut.