8 Sekuel Pergelaran Penuh Drama Kebaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model memperagakan busana karya desainer Raden Sirait dalam fashion show bertajuk

    Model memperagakan busana karya desainer Raden Sirait dalam fashion show bertajuk "Kebaya For The World" di Ballroom Hotel Haris, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (14/5). TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Delapan sekuel. Delapan puluh kebaya. Raden Sirait, 42 tahun, kembali menggelar peragaan busana dengan konsep teatrikal. Tahun lalu ia pernah melakukannya pada perayaan 15 tahun kariernya di industri mode. Tahun ini tidak banyak yang berubah ketika Raden membuka Jakarta Fashion and Food Festival di Kelapa Gading, Jakarta, pada Ahad lalu.

    Ia masih mengajak kliennya dari kalangan artis dan selebritas untuk berlenggak-lenggok di atas panggung catwalk. Vicky Sianipar tetap membantunya mengurus tata musik dan suara. Garis rancangannya tetap dengan model kebaya berpadu dengan potongan gaun modern. Seperti bergaya gaun malam panjang, kaftan, dan model ball gown dengan rok seperti payung.

    Yang berbeda adalah tata panggungnya yang lebih sederhana. Tahun lalu lantai panggungnya bertingkat tiga. Namun kali ini hanya satu. Tapi ciri arsitektur klasik tetap terasa. Para model masuk dari tiga pintu berbeda yang berbentuk melengkung. “Pergelaran ini wujud rasa syukur saya selama ini yang tiada akhir dan bahagia tiada ujung,” kata Raden.

    Pukul delapan malam, lima orang ikon dari perancang kelahiran Porsea, Sumatera Utara, itu muncul dari tiga pintu masuk panggung. Ardina Rasti, Asty Ananta, Maudy Koesnady, Prisia Nasution, dan Imelda Fransiska mengenakan gaun panjang layaknya di karpet merah ajang penghargaan Piala Oscar.

    Gaun dengan potongan V panjang pada bagian dada yang dikenakan Prisia sepintas mirip yang dikenakan Angelina Jolie dalam acara Academy Award 2004. Maudy, yang berjalan paling akhir, mengenakan gaun dengan rok kaku lebar dan topi tinggi seperti ibu tiri dalam kartun Snow White.

    Selepas berjalan di catwalk, kelimanya kemudian mengucapkan bait-bait puisi dengan lirih. “Mereka menarasikan isi hati saya,” kata Raden. Tapi penonton yang hadir di Ballroom Hotel Harris sepertinya tidak terlalu tertarik. Mereka sibuk berbicara satu sama lain dan menanti koleksi baju apa lagi yang akan muncul.

    Pada sekuel kedua, tujuh ikon Jakarta Fashion and Food Festival muncul. Suasana berubah menjadi sebuah pergelaran busana yang lebih “serius”. Para model terlihat matang berjalan di atas catwalk. Mereka juga cerdas ketika memperlihatkan gaun rancangan Raden.

    Karenina berjalan dengan anggun dan berhenti di ujung panggung sambil memperlihatkan kaki kirinya. Gaun hijau muda dengan model satu lengan itu terlihat sangat seksi. Begitu juga dengan Dominique Agisca, Alanys, Paula Verhoeven, Laura Muljadi, Prinka Cassy, dan Kelly Tandiono. Tubuh jenjang mereka semakin menyempurnakan potongan gaun panjang Raden.

    Pada sekuel ketiga, dengan iringan lagu Beyond The Sea, giliran para artis dan selebritas yang muncul kembali. Penyanyi Nina Tamam sempat terpeleset hingga akhirnya ia memutuskan nyeker di atas catwalk. Kemudian muncul Julia Perez dengan model atasan kebaya dengan garis dada yang sangat rendah. Seluruh penonton bertepuk tangan untuk kemolekan tubuhnya.

    Artis dan penyanyi yang terkenal dengan nama Jupe itu tahu bagaimana membuat kehebohan. Ia berjalan perlahan-lahan sambil sesekali melambaikan tangan serta melempar senyum dan cium. Sampai ia tiba di ujung panggung, seorang pengunjung pria melempar segenggam bunga mawar kepadanya. Dengan sigap, Jupe menangkap dan mencium bunga itu. Sekali lagi penonton bertepuk tangan meriah.

    Layar panggung pada sekuel-sekuel berikutnya terus berubah-ubah. Ada suasana Kota Paris dan New York yang metropolis. Nuansa Timur Tengah pun muncul dan memperlihatkan gaun untuk perempuan berjilbab. Kemudian penyanyi Dewi Gita menyanyikan lagu Panon Hideung dalam bahasa aslinya (Rusia), yang berjudul Ochi Chernye. Semua model yang tampil pada sekuel ini berasal dari kawasan Eropa Timur.

    Di sekuel ketujuh, suasana panggung berubah menjadi seperti di dalam gereja. Lagu Amazing Grace dibawakan secara gospel oleh Lea Simanjuntak, Rio Silaen, Topodade, dan paduan suara Paragita Universitas Indonesia. Pakaian yang mereka kenakan menjadi tidak terlalu terlihat karena kemerduan suara mereka menutupi semuanya.

    Peragaan busana ini ingin menunjukkan perjalanan karier Raden hingga berhasil membawanya ke banyak negara. “Semua elemen di pergelaran busana ini memiliki relevansi tersendiri bagi hidupku selama menjadi desainer,” katanya. Garis rancangannya yang asimetris masih ia tunjukkan. Desainer yang mengaku tidak bisa menjahit, membuat pola, apalagi memayet ini sedang berinovasi dengan bahan. Kain songket ia padukan dengan batik dan kulit sintetis. Sayangnya, cara ini belum diimbangi dengan kekuatan detail jahitan, sehingga terlihat seperti tempelan.

    SORTA TOBING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.