10 Larangan Saat Mendaki Gunung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendaki yang sedang berkemah di dekat danau Ranu Kumbolo, Malang, Jawa Timur, 1-7, 2012. Rabu Kumbolo merupakan salah satu dari enam danau yang ada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Tempo/ABDI PURMONO

    Para pendaki yang sedang berkemah di dekat danau Ranu Kumbolo, Malang, Jawa Timur, 1-7, 2012. Rabu Kumbolo merupakan salah satu dari enam danau yang ada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur. Tempo/ABDI PURMONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan fisik sudah dilakukan, perlengkapan selama mendaki sudah disediakan, informasi seputar gunung tujuan pun telah dipelajari. Kini waktunya untuk melakukan pendakian.

    Namun, sebelum berangkat, Harley Bayu Sastha, penulis buku Mountain Climbing for Everybody, mengingatkan sejumlah larangan yang sebaiknya dihindari selama perjalanan.

    1. Jangan menyelonong ke kawasan pendakian tanpa melapor ke petugas setempat. Hal ini berguna jika cuaca buruk mendera dan Anda terjebak di jalur pendakian sehingga mereka dapat melakukan pencarian.

    2. Jangan merusak rambu-rambu atau tempat perlindungan di jalur pendakian. Hindari pula konflik dengan penduduk. Ikutilah aturan serta budaya setempat.

    3. Jangan mendaki dengan langkah terlalu besar. Selain menguras tenaga, hal ini bisa mengurangi keseimbangan tubuh. Berjalanlah dengan langkah kecil.

    4. Jangan memotong lintasan yang telah tersedia di jalur pendakian. Selain medannya lebih terjal, menerobos lintasan dapat merusak rute pendakian. Sebaiknya ikuti jalan setapak yang telah tersedia karena konturnya berbelok dan tak terlalu terjal.

    5. Jangan merusak atau mencorat-coret bebatuan serta pohon.

    6. Jangan buang sampah sembarangan. Sebaiknya sampah dikemas ke dalam tas atau kantung plastik dan kembali dibawa ke pintu masuk pendakian, tentunya setelah menemukan tempat pembuangan sampah.

    7. Jangan mendirikan tenda di dekat aliran sungai, danau, atau air terjun. Selain terhindar dari kemungkinan banjir, Anda pun memberikan kesempatan hewan liar untuk meminum air sungai itu.

    8. Jangan beristirahat atau tidur sambil mengenakan pakaian basah. Gantilah baju, celana, serta kaus kaki dengan yang bersih serta kering agar terhindar dari serangan penyakit.

    9. Janganlah menyalakan api unggun bila tidak memerlukannya. Kalaupun harus membuat api unggun, gunakanlah batang atau ranting pohon yang telah rubuh dan mati. Kemudian, pastikan api benar-benar mati kala meninggalkan lokasi itu.

    10. Jangan meninggalkan benda apa pun, terutama sampah, di area perkemahan. Selain mencemarkan lingkungan, benda asing itu dapat melukai hewan liar yang ada di sana.

    CORNILA DESYANA

    Berita terpopuler lainnya:
    Din Syamsuddin: Anas Tak Mau Jadi Korban Sendiri
    Selain Anas, KPK Mulai Bidik Nama Lain

    Bupati Aceng Bantah Menikahi Pengacaranya

    Soal Kredit Bank Jabar, Aher: Gua Bisa Lawan

    Kenapa Aher Tak Terpengaruh Kasus PKS dan BJB?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.