Orang Indonesia Habiskan Rp 17 Triliun buat Jajan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung menikmati kuliner Lontong Stengkel di Padang. TEMPO/Febrianti

    Sejumlah pengunjung menikmati kuliner Lontong Stengkel di Padang. TEMPO/Febrianti

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Indonesia ternyata sangat suka jajan atau makan di luar rumah. Berdasarkan penelitian Qraved.com, situs reservasi restoran di Jakarta, dan juga lembaga riset Mc Kenzie, sepanjang 2013, orang Indonesia tercatat menghabiskan dana sekitar US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 17 triliun untuk makan di luar rumah.

    “Kunjungan orang Indonesia ke restoran mencapai 380 juta kali sepanjang 2013,” kata CEO Qraved.com Steven Kim dalam konferensi persnya di Citywalk Sudirman, Rabu, 16 April 2014. Dari jumlah itu, kata Steven, 30-40 persen kunjungan terjadi di Jakarta.

    Kegemaran makan di luar rumah juga terlihat dari penggunaan media sosial ketika makan. Qraved.com mencatat sekitar 30 ribu pengguna terdaftar sejak akhir 2013. “Dari segi viewer website, kami memperkirakan ada sekitar 500 ribu orang yang melihat web kami,” kata Steven. Mereka melihat web untuk mengetahui review makanan ataupun menu yang ditawarkan restoran yang ada.

    Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah. Apalagi, Qrave.com kini menginisiasi festival restoran pertama di Jakarta bertajuk Eat Jakarta. “Dengan begitu, banyak pilihan makanan. Jakarta bisa menjadi ibu kota makanan dunia,” kata Steven saat membuka festival itu.

    Eat Jakarta bakal berlangsung selama empat pekan, 21 April-18 Mei 2014. Lebih dari seratus restoran bakal bergabung dalam festival ini. Mereka akan menawarkan harga spesial, mulai Rp 100 ribu untuk set menu yang terdiri atas dua-tiga jenis makanan. (Baca: Farah Quinn Luncurkan Aplikasi Kuliner OpenSnap)

    SUBKHAN

    Berita Lain
    Cegah Pelecehan Seksual, Ajarkan Anak 5 Hal Ini

    Berdamai dengan Stres Bisa Perpanjang Usia

    Ibu Hamil Kurang Makan, Bayi Jadi Obesitas




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.