Tren Jilbab Printing Sambut Ramadan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Puluhan konstestan Hijabers melakukan aksi kampanye untuk sambut Miss World Muslimah di Bundaran Hotel Indonesia, (15/09). TEMPO/Dasril Roszandi

    Puluhan konstestan Hijabers melakukan aksi kampanye untuk sambut Miss World Muslimah di Bundaran Hotel Indonesia, (15/09). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Bandung -- Tren mengenakan jilbab atau kerudung kini makin membudaya di berbagai kalangan. Mulai dari gaya berhijab trendi yang dikenakan remaja hingga hijab syar'i membanjiri pasar busana muslimah. Bukan hanya remaja dan dewasa muda, tren berjilbab juga merambah kalangan anak-anak kecil.

    Salah satu brand busana muslim di Bandung, Rabbani, sejak awal 2014 lalu sudah menyiapkan model jilbab khusus anak-anak dengan sistem printing. Brand baju muslim yang terkenal dengan jilbab instannya itu mengeluarkan kerudung anak yang dikombinasikan dengan cutting tiga dimensi.

    Rabbani, yang berdiri sejak 1994 itu, menyiapkan jilbab printing untuk anak dengan tema profesi seperti, dokter, petani, fotografer, pilot, desainer, penyanyi dan pelukis. "Di kerudungnya ada gambar printing dan kombinasi cutting tiga dimensi yang menempel. Bentuknya sesuai dengan profesinya," ujar Manajer Promosi dan Desain Rabbani, Ridwanul Karim, kepada Tempo di Bandung, Selasa, 17 Juni 2014.

    Ridwan mengatakan jilbab instan dengan sistem printing yang dikombinasikan dengan cutting tiga dimensi cocok digunakan oleh anak-anak usia tiga hingga tujuh tahun. Sebab, umumnya anak-anak usia tersebut nyaman mengenakan jilbab simpel yang dipadu dengan kombinasi.

    Bahan yang digunakan adalah kain katun poliester supaya lebih adem dan menyerap keringat. Untuk jilbab anak, bahannya dikurangin beberapa gram supaya lebih ringan dan lebih dingin ketika dikenakan. "Anak-anak kan butuh yang efisien supaya lebih nyaman saat pakai," ujarnya.

    Ridwan menunjukkan beberapa model jilbab anak Rabbani. Untuk profesi pilot, misalnya, di bagian atas kerudung ada gambar printing topi pilot dan di bagian kanan-kirinya terdapat logo pangkat. Sedangkan untuk profesi fotografer, ada semacam kalung yang menggantung ke leher berbentuk kamera.

    "Kesulitan dalam menerapkan sistem printing itu harus ngikutin polanya kerudung, bagaimana caranya supaya pas. Kalau cutting kan main tempel," kata dia.

    Ridwan mengatakan, untuk menarik minat pasar dalam jumlah yang tinggi, tim kreatif desainnya cenderung memainkan warna-warna yang cerah. Paduan warna dengan bentuk tempelan sesuai tema profesi membuat gaya jilbab yang berbeda untuk anak-anak. Selain itu, juga dapat memotivasi anak untuk mengenakan jilbab dan bisa mempelajari berbagai macam profesi.

    "Mereka bisa mempresentasikan cita-citanya lewat pakaian muslim. Misalnya yang ingin jadi dokter bisa mengenakan baju dan jilbab tema dokter juga, sesuai keinginan," kata dia. Ada tiga ukuran yang disediakan oleh Rabbani, yaitu S, M dan L, dengan kisaran  harga Rp 25 ribu- Rp 60 ribu.

    RISANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.