Kemasan Rokok Tak Bergambar Seram Ilegal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang karyawati menunjukan kemasan rokok yang telah berganti peringatan bergambar di minimarket, Jakarta, 23 Juni 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang karyawati menunjukan kemasan rokok yang telah berganti peringatan bergambar di minimarket, Jakarta, 23 Juni 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan sejak Selasa, 24 Juni 2014 produk rokok yang beredar di pasaran haruslah dengan kemasan baru yang menampilkan gambar peringatan bahaya rokok. "Jika masih ada produk lama yang beredar, itu sudah salahi aturan pemerintah," kata Ali saat dihubungi Tempo, Rabu, 25 Juni 2014.

    Menurut Ali, institusinya telah memberi tahu perusahaan rokok yang telah berkomitmen untuk menampilkan gambar peringatan bahaya rokok agar per 24 Juni 2014 produk yang ada di pasaran sudah dengan kemasan baru. "Mereka harus sesegera mungkin menarik kemasan yang lama karena ini sudah tenggat waktunya," kata Ali.

    Namun, Ali pun tak menampik bahwa masih banyak perusahaan rokok yang tak mengindahkan imbauan dari Kementerian Kesehatan. "Mungkin mereka sulit untuk menarik produk lama. Jadi, mereka biarkan saja sampai produk habis, lalu ganti dengan yang baru," ujar Ali.

    Adapun, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 mencantumkan bahwa industri rokok diberikan tenggat waktu hingga 18 bulan untuk menarik produk lama dan menggantinya dengan kemasan baru yang menampilkan peringatan gambar bahaya rokok. Ada lima gambar yang sudah dipilih oleh pemerintah untuk ditampilkan pada bungkus rokok, yakni gambar dengan tema merokok menyebabkan kanker mulut, merokok membunuhmu, merokok menyebabkan kanker tenggorokan, merokok dekat dengan anak berbahaya, dan merokok menyebabkan kanker paru-paru.

    Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tengku Bahdar mengatakan jika tak patuh dengan aturan tersebut, perusahaan akan dikenai sanksi sesuai dengan isi peraturan pemerintah itu. Seperti pemberian sanksi administrasi berupa teguran lisan, teguran tertulis, penarikan produk, rekomendasi penghentian sementara kegiatan, dan rekomendasi penindakan lainnya sesuai dengan aturan perundang-undangan. "Termasuk kalau gambarnya tidak sesuai dengan aturan, bisa ditindak," ujar dia.

    YOLANDA ARMINDYA

    Berita Terpopuler:
    Video YouTube Ungkap Harrison Ford Marahi Menhut
    Glenn Fredly Kecewa Dhani Pakai Baju Mirip Nazi
    Lecehkan Benyamin S., Acara YKS Trans TV Diprotes
    Gitaris Queen Nyatakan Lagu Prabowo Tak Berizin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.