PBB: Narkoba Bunuh 200 Ribu Orang Tiap Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi narkoba. ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap tahun, 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI). Sejak diputuskan pada 1987 lalu, peringatan HANI diharapkan bisa menjadi pengingat untuk mencapai tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam membentuk masyarakat internasional yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

    Memang pengguna narkoba mencapai angka yang cukup tinggi. Menurut data dari Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), sekitar 200 juta orang mengkonsumsi narkoba setidaknya satu kali dalam satu tahun. Dari jumlah tersebut, 25 juta di antaranya dianggap sebagai pencandu.

    Jumlah yang tidak sedikit ini meningkatkan kekhawatiran global akan dampak narkoba bagi kesehatan. Efek negatif ini bervariasi, tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi, dosis yang dipakai, dan frekuensi penggunaan. Bahkan, menurut UNODC, 200 ribu orang meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan narkoba ini.

    Orang-orang muda dianggap lebih rentan terhadap penggunaan narkoba. Prevalensi penggunaan narkoba di kalangan anak muda diperkirakan dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan narkoba di kalangan populasi umum.

    Melihat kenyataan ini, sejak tahun 2000 UNODC mengeluarkan kampanye bahwa “Pengguna Narkoba Dapat Dicegah dan Diobati.” PBB berharap kaum muda bisa dibekali dengan keterampilan, informasi yang cukup, dan peluang untuk menjalani kehidupan yang sehat sehingga dapat mencegah dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba.

    ANINGTIAS JATMIKA | UNODC.ORG


    Terpopuler

    Anda Mengalami Dehidrasi? Ini Cara Mudah Mengenalinya
    Kebanyakan Nonton TV Picu Kematian Dini
    Enam Manfaat 'Ajaib' Minyak Kelapa

     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.