Perlunya Branding bagi Orang Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Branding Susan Budihardjo tim foto Muara Bagdja

    Branding Susan Budihardjo tim foto Muara Bagdja

    TEMPO.CO , Jakarta:Dalam kehidupan ini Susan Budiharo meyakini soal branding alias label atau merek. Melalui peragaan busana yang digelar Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo Jumat malam lalu (3/10) di The Hall, Senayan City, Susan menjelaskan tentang semangat orang kota yang tak mau terjebak dengan rutinitas. (Baca: Susan Budihardjo: Imajinasi dari Komik)

    Menurut perancang senior yang ini rutinitas mulai berangkat ke kantor pagi hari atau ke kampus adalah sebuha rutinitas yang membuat orang tampak kaku. Karena itu Susan memberikan perbandingan dengan terbalik dengan pemandangan di jalan-jalan raya di kota besar yang terlihat berbagai gerai cepat saji, toko butik yang memasang logo besar-besar pada sisi kiri kanan jalan.

    "Pemandangan ini tampak dinamis meskipun over exposed alias berlebihan," kata Susan.

    Melalui gempuran iklan, sign board, dan logo pada mata itu memberi rangsangan kepada orang-orang yang menjalankan rutinitas.

    "Sehingga sadar atau tidak, hal tersebut perlahan mengubah orang-orang jadi konsumtif. Alasan itulah yang melatarbelakangi sub judul 'branding'," ujar dia.

    Pemilik lembaga pendidikan atau sekolah mode Sekolah mode yang sudah banyak melahirkan perancang ternama, seperti Sebastian Gunawan, Edward Hutabarat, (BaCa: Eksistensi Batik Parang Edward Hutabarat) Eddy Betty, Adrian Gan, Chenny Han, Sofie, Denny Wirawan, Tri Handoko, dan Widi Budimulia ini mengatakan pada logo-logo yang tertangkap kasat mata yang tersimpan dalam ingatan dan diolah atau diaplikasikan menjadi motif baru dengan teknik sablon pada kaos tangan panjang, terusan atau atasan tanpa lengan.

    "Hitam dan putih selalu jadi pilihan sebagai bahan dasar yang kuat untuk menggambarkan rutinitas. Sementara itu untuk menekankan branding, dikenakan bahan plastik, bahan kulit imitasi warna terang jadi aksen menarik pada jaket cropped, rompi lurus, rok hingga coat atau mantel panjang," kata Susan.

    Menariknya lagi, untuk aksesoris dengan bahan kaleng biskuit, gelas soda, french fries yang jadi unsur penguat desain menarik. "Hasilnya juga oke persembahanan busana bersilluet X dan H, keren bukan main," kata Susan tulus memuji karya para siswanya. (Baca: Gaya Glow in The Dark di Peragaan Susan Budihardjo)

    HADRIANIP 

    Terpopuler
    Begini Penggunaan Silikon yang Benar

    Kenali Mental Si Kaya dan Si Miskin Sejak Lahir 

    Orang Gemuk Sering Jadi Target Cyberbullying

    Perilaku Buruk Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah 

    Anak Anda Mirip Mantan Pacar? Ini Penyebabnya  





     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 3 selama Nataru Batal, Ini Aturan Baru yang Diterapkan

    Rencana PPKM Level 3 di seluruh tanah air selama Natal dan Tahun baru telah batal ditetapan. Gantinya, ada aturan baru pengganti pada periode Nataru.