Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengapa si Kecil Perlu Skrining Pendengaran?

Mendengar adalah kunci bagi si anak untuk belajar  bicara dan mengembangkan fungsi lainnya.
Mendengar adalah kunci bagi si anak untuk belajar bicara dan mengembangkan fungsi lainnya.
Iklan

INFO SEHAT - Skrining pendengaran adalah salah satu pemeriksaan yang perlu dilakukan di 3 bulan pertama kehidupan seorang anak. Ada dua tahap yang harus dilakukan terkait pemeriksaan pendengaran ini.

Pertama  Evoked Otoacoustic Emission (eOAE), Pemeriksan OAE umumnya dilakukan saat bayi berusia 2-3 hari, tetapi bisa dilakukan sampai bayi berusia 3 bulan. Hasil pemeriksaan adalah pass untuk hasil pendengaran baik dan refer untuk hasil pendengaran yang belum baik. Bila dalam waktu 3 bulan ini hasilnya masih belum pass, maka bayi akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Kedua adalah  Auditory Brainstem Response (ABR). Yaitu pemeriksaan lanjutan pada anak yang lebih besar, pada anak diatas 3 bulan yang pada pemeriksaan OAE belum pass, atau pada anak dengan kecurigaan gangguan pendengaran atau gangguan bicara. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang EEG yang merespon rangsang berupa bunyi clicks yang diberikan.

Selain bergantung pada alat skrining tersebut, saat pemeriksaan gangguan tumbuh kembang di usia 7-9 bulan akan dilakukan tes pendengaran. Anak usia ini sudah peka dan tidak cuek terhadap bunyi-bunyian. Caranya: anak akan diberikan bunyi-bunyian disekitarnya tanpa dilihat anak, lalu dinilai cara anak memetakan bunyi-bunyian tersebut. Tetapi bila anak tidak berhasil memetakan bunyi-bunyian tersebut, maka sebaiknya anak melakukan ABR.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengapa harus dilakukan dalam keadaan cukup dini? Seperti kita ketahui, golden period perkembangan otak anak berlangsung pada 2 tahun pertama kehidupan. Bila pada 2 tahun awal ini gangguan pendengaran tidak terdeteksi, maka dampaknya akan sangat besar yang berupa tidak ada input sensorik berupa suara sehingga banyak sekali hal yang akan terlewat oleh anak. Dengan mendengar anak akan belajar bicara, mengembangkan fungsi kognitif, serta fungsi sosial dan personal.

Bila anak memiliki gangguan pendengaran dan tidak terdeteksi dari awal, maka anak akan melewatkan semua perkembangan ini. Tetapi bila sejak awal sudah terdeteksi, maka akan dicari lebih lanjut kelainannya dimana, diberikan alat bantu dengar sebelum dapat dilakukan koreksi selanjutnya dan anak tetap dapat mendapatkan input sensorik suara sehingga dapat berkembang dengan baik.

(dr. Marissa Pudjiadi, Sp.A-RS Premier Jatinegara)

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Cara Merawat Ban Tubeless Mobil

7 November 2022

Cara Merawat Ban Tubeless Mobil

Agar ban tubeless Anda mampu bertahan lama, pasti harus diperlakukan dengan baik sehingga tidak cepat rusak.


Guru TIK Batam Makin Melek Digital

29 Agustus 2022

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam | Foto: KEMENKOMINFO
Guru TIK Batam Makin Melek Digital

Kemenkominfo Menyelenggarakan Kelas Literasi Digital dalam Bimbingan Teknis untuk MeningkatkanKompetensi Guru TIK di Kota Batam


Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

27 Februari 2022

Semakin Mudah, LRT, Bus, dan Angkot di Palembang Sudah Terintegrasi

Integrasi memudahkan aksesibilitas dan meningkatkan kenyamanan masyarakat menggunakan angkutan umum perkotaan di Palembang dan sekitarnya.


Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

27 Februari 2022

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar
Gus Muhaimin Rajut Spirit Perjuangan Kiai Abbas di Pesantren Buntet Cirebon

Gus Muhaimin mengaku spirit perjuangan Kiai Abbas akan terus dikenang sepanjang masa.


Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

27 Februari 2022

Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota Utamakan Nelayan Kecil

Kuota tersebut dimanfaatkan untuk nelayan lokal, bukan tujuan komersial (penelitian, diklat, serta kesenangan dan rekreasi), dan industri


BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

19 Februari 2022

(Ki-ka) Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Direktur Treasury dan International BNI Henry Panjaitan bersama sekitar 300 diaspora Indonesia yang hadir secara virtual dalam Acara Silaturahmi Daring Diaspora Indonesia, Sabtu (19/2/2021).
BNI Siapkan Layanan Beyond Banking untuk 8 Juta Diaspora Indonesia

Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri.


Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

19 Februari 2022

Mesin ATM BNI
Mesin ATM BNI di Kantor Rans, Pakar: Strategi Bank Genjot Literasi Keuangan

Heboh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang mendapatkan kado ulang tahun mesin ATM dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).


Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

19 Februari 2022

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo
Bamsoet Optimistis Pengaspalan Kembali Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika Segera Selesai

Tes pramusim MotoGP yang telah digelar pada 11 Maret 2022 menjadi pelajaran penting menghadapi race MotoGP pada 18-20 Maret 2022 nanti.


Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

19 Februari 2022

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Perkuat Listrik Bali

Kesuksesan penyelenggaraan G20 Indonesia akan menjadi bukti keandalan listrik PLN dalam mendukung kegiatan berstandar dunia.


HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

19 Februari 2022

Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA
HNW: Sebaiknya Pemerintah Segera Mencabut Permenaker 2/2022

Sikap yang memaksakan tetap berlakunya Permenaker 2/2022 itu bisa menciderai nilai kemanusiaan dan keadilan dalam Pancasila.