Diobati dengan Ganja, Penyakit Istri Fidelis Tergolong Langka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi Syringomyelia by Boldsky

    ilustrasi Syringomyelia by Boldsky

    TEMPO.CO, Jakarta – Pekan lalu, pemberitaan media diramaikan oleh tertangkapnya Fidelis Ari Sudarwoto, pria asal Sanggau, Kalimantan Barat, yang menanam ganja di rumahnya. Tujuannya, ekstrak ganja tersebut digunakan untuk mengobati sang istri, yang menderita Syringomyelia.

    Seusai penangkapan Fidelis, sang istri berhenti menerima pengobatan dan akhirnya meninggal pada 25 Maret 2017. Kini, kasus hukum Fidelis tengah diproses kepolisian.

    Terlepas dari kasus hukum yang menimpa Fidelis, penyakit Syringomyelia yang menimpa sang istri cukup mencuri perhatian, karena penyakit ini tergolong langka dan belum banyak diketahui. Lantas, penyakit apakah ini, dan bagaimana cara mengatasinya?

    Seperti dikutip dari laman Healthline, Syringomyelia merupakan penyakit langka berupa kista yang terbentuk di tulang belakang. Kista ini akan meluas dan memanjang sehingga merusak susunan tulang belakang tubuh.

    Penyebabnya adalah kelainan pada otak yang dikenal dengan nama Chiari type 1 malformation (CM1), yaitu posisi batang otak yang lebih rendah dari normal, sehingga bagian dari otak kecil keluar dari tengkorak dan masuk ke bagian tulang belakang. Penyebab lainnya adalah komplikasi dari penyakit meningitis, tumor, ataupun perdarahan.

    Baca:
    Agar Osteoporosis Tak Makin Parah, Jangan Asal Pilih Makanan
    Waspada, Terlalu Sering Mengetik Bisa Memicu Gangguan Saraf

    Akibat penyakit ini, tubuh akan kehilangan kemampuan merasakan panas, dingin, dan rasa sakit. Punggung, bahu, lengan, serta kaki juga akan melemah. Penderitanya juga ada kemungkinan mengalami kesulitan berjalan dan mengalami skoliosis (kelainan bentuk tulang belakang).

    Mengingat penyebabnya yang bermacam-macam, penanganannya pun harus disesuaikan dengan penyebabnya. Gejala yang ringan hanya membutuhkan pengawasan dari para ahli saraf.

    Sedangkan penderita yang mengalami gejala yang berat mungkin membutuhkan operasi yang bertujuan mengurangi tekanan pada tulang belakang. Jika penyebabnya adalah CM1, operasi dilakukan untuk memperlebar dasar dari tengkorak dan bagian yang melindungi otak.

    Atau pada kasus lain, menggunakan atau memasang sebuah alat untuk mengangkat cairan berlebih pada kista.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca Juga:
    Kerap Jadi Omongan, Ini Tantangan Lain Menikah di Usia Senja
    Nani Wijaya dan Ajip Rosidi Menikah, Mungkinkah Ini Alasannya?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling Virtual di Masa Pandemi Covid-19

    Dorongan untuk tetap berjalan-jalan dan bertamasya selama pandemi Covid-19 masih tinggi.