Nasehat Dokter Agar Hidangan Lebaran Tak Bikin Perut Begah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hidangan/masakan lebaran. ANTARANEWS

    Hidangan/masakan lebaran. ANTARANEWS

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan yang berlimpah saat Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kerap membuat orang lupa diri dengan mencicipi semua makanan dan minuman yang dihidangkan. Walhasil, tak sedikit yang mengalami perut begah yang ditandai dengan munculnya perasaan tidak nyaman, yang sulit dijelaskan, pada perut.

    Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC), Ikhsan Mokoagow, membenarkan dugaan tersebut. Dia menjelaskan, perut begah terjadi karena pola makan yang salah. Makanan dan minuman terlalu menumpuk sebelum bisa dicerna atau terserap tubuh dengan baik.

    "Seharusnya, paling tidak menunggu dua jam untuk makan lagi. Namun, yang sering terjadi saat Lebaran, kita makan dan minum terus-menerus, bahkan makan berat terus setiap kali bertamu," katanya dalam sebuah acara media gathering yang digelar JEC.

    Padahal, menurut Ikhsan, seharusnya setiap orang tetap menerapkan pola makan seperti biasa. "Misalnya, pagi cukup makan makanan ringan, masuk jam makan siang barulah makan besar," ujarnya.  

    Perihal mengapa tubuh tetap menerima asupan makanan dan minuman walau dalam jumlah berlebih, dokter Ikhsan mengungkapkan tubuh memang tidak akan melakukan penolakan langsung untuk menyuruh kita berhenti makan.

    Berapa pun banyaknya makanan dan minuman yang dimasukkan, semua akan tetap tertelan tubuh. "Jadi yang mengatur untuk membatasi jumlah asupan adalah pikiran. Jangan menunggu tanda-tanda dari tubuh," ucapnya.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.