Minggu, 18 Februari 2018

Jika Si Kecil Kekurangan Nutrisi di Masa Pertumbuhannya  

Oleh :

Tempo.co

Senin, 7 Agustus 2017 09:43 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jika Si Kecil Kekurangan Nutrisi di Masa Pertumbuhannya  

    Ilustrasi ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Ali Sungkar, mengatakan 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fondasi penting bagi masa depan anak. "Karena itu, sangat penting memberikan dukungan yang diperlukan ibu dan bayi," kata Ali di Jakarta, Selasa, 1 Agustus 2017.

    Menurut dia, dukungan sosial dan nutrisi yang tepat merupakan aspek penting yang akan mempengaruhi kesehatan ibu agar nantinya dapat merawat anak dan keluarganya. "Kurangnya penyesuaian psikososial dan emosional selama fase penting kehidupan tersebut berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu dan kurangnya peluang bayi mendapatkan ASI (air susu ibu) eksklusif," ujarnya.

    Ali menegaskan, nutrisi yang buruk pada janin dan anak dapat berakibat pada perkembangan otaknya. "Kemampuan kognitif dan edukasionalnya terganggu," katanya.

    Nutrisi yang buruk juga mempengaruhi pertumbuhan dan massa otot serta komposisi tubuh anak. "Imunitasnya dan kemampuan kerjanya terhambat," ujarnya. 

    Tak hanya itu, Ali melanjutkan, pengaturan metabolisme glukosa, lipid, protein hormon atau reseptor atau gen, juga terganggu. "Akibatnya, anak akan mengalami diabetes, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stroke, dan penuaan dini."

    Karena itu, Ali menegaskan pentingnya sistem pendukung sosial yang sehat selama masa kehamilan dan menyusui tidak boleh diremehkan. "Berikan anak ASI eksklusif selama 6 bulan dan lanjut sampai 2 tahun dengan makanan tambahan penunjang ASI," katanya.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.