Rabu, 23 Agustus 2017

Air Liur Dapat Membantu Menyembuhkan Luka

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 14:36 WIB
Seorang warga menggoleskan kunyit ke temannya yang luka terkena daun pandan berduri usai Ritual Mekare atau perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali, 24 Juni 2016. Kunyit digunakan warga setempat untuk menyembuhkan luka akibat terkena goresan saat mengikuti ritual perang pandan. TEMPO/Johannes P Christo

Seorang warga menggoleskan kunyit ke temannya yang luka terkena daun pandan berduri usai Ritual Mekare atau perang pandan di Desa Tenganan Pegringsingan, Karangasem, Bali, 24 Juni 2016. Kunyit digunakan warga setempat untuk menyembuhkan luka akibat terkena goresan saat mengikuti ritual perang pandan. TEMPO/Johannes P Christo.

TEMPO.CO, Jakarta - Para peneliti menemukan bukti bahwa air liur memiliki senyawa yang dapat mempercapat penyembuhan luka, yakni  protein histatin-1. Protein ini  ditemukan dalam air liur dan berfungsi untuk  meningkatkan pembentukan pembuluh darah.

Baca: Hasil Riset: Memelihara Anjing Bikin Lansia Makin Sehat

Peneliti yang sama yang mengatakan bahwa temuan tersebut dapat digunakan
sebagai pengobatan penyakit lain. Peneliti dari Chili mengungkapkan bahwa saliva atau air liur sebenarnya dapat mempercepat proses penyembuhan luka.

profesor Vicente Torres, dari  University of Chili, mengatakan bahwa temuan-temuan ini merupakan langkah alternatif untuk memahami bagaimana mulut dapat menyembuhkan luka pada kulit. "Kami percaya bahwa studi yang dilakukan ini dapat digunakan sebagai media pendekatan untuk memanfaatkan mulut sebagai penyembuh luka dan jaringan," katanya.

Profesor Torres dan rekan satu timnya  berhasil membuat terobosan yang menakjubkan, dimana mulut dapat mempercepat sekaligus menyembuhkan luka.
Para peneliti menguji efek histatin-1 pada pembuluh darah baru, proses tersebut dikenal sebagai angiogenesis.


Molekul histatin-1 mendorong angiogenesis, sekaligus meningkatkan kontak dan perpindahan antar sel. Tim yang dipimpin oleh Profesor Torres  tersebut melakukan eksperimen pada embrio ayam dan kulit manusia serta sel pembuluh darah. 

Menggunakan tiga model berbeda tersebut, sample (contoh) histatin-1 dan air liur diperoleh dari donor sehat untuk meningkatkan pembentukan pembuluh darah. Para peneliti memulainya dengan menggunakan molekul-molekul tersebut untuk menghasilkan bahan dan implant guna membantu penyembuhan luka. 

“Saliva (air liur) merupakan faktor utama yang berkontribusi sangat tinggi dalam proses penyembuhan luka. Tidak hanya berkontribusi dalam bentuk fisik saja, namun kehadiran peptide dalam air liur, seperti histatin diketahui mendorong perpindahan sel kulit mulut yang diuji di laboraturium hewan.

Histatin-1 merupakan peptide antimikroba, yang banyak ditemukan dalam air liur manusia, mendorong kontak sel kulit dan menyebarkannya (memindahkan) sel dalam luka yang diuji.  Selain histatin-1, yang diperlukan dalam proses penyembuhan luka adalah angiogenesis,” jelas Profesor Torres.

Studi yang dipublikasikan dalam The Federation of America Societies for Experimental Biology Journal, mengungkapkan bahwa histatin-1 yang ditemukan dalam air liur dapat menyembuhkan luka dengan cara meningkatkan pembentukan pembuluh darah.

Dr Thoru Pederson, editor jurnal tersebut yang berasal dari University of Massachusetts Medical School, mengatakan,"Hasil penelitian  tersebut menjadi alternatif pengobatan di kemudian hari. Studi tersebut dikaitkan dengab perilaku binatang, atau binatang yang kerap menjilat lukanya sendiri.'

DAILYMAIL UK | ESKANISA RAMADIANI


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?