Denim, Trennya Tak Pernah Mati, Intip Sejarahnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sequin Jeans. yournextshoes.com

    Sequin Jeans. yournextshoes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Denim merupakan salah satu fashion yang tak pernah mati. Bahkan di tengah serbuan tren street wear yang sangat booming belakangan ini, denim tetap menunjukkan eksistensinya sebagai pilihan busana nyaman dan tetap mengikuti zaman.

    Terbukti, industri denim lokal yang semakin tumbuh yang berbarengan dengan dengan menjamurnya komunitas pencinta denim di berbagai pelosok negeri.

    Berbicara tentang asal muasal denim, memang tak pernah lepas dari sejarah para pekerja berat di Amerika Serikat sekitar tahun 1800-an.

    Baca juga:
    Wajah Tampan Tak Selalu Bikin Bahagia, Intip Nasib Luhan EXO
    Prahara Perselingkuhan, Boleh Saja Curhat kepada Anak, Asal?
    Yoghurt Manfaatnya Segudang, Begini Cara Memilihnya

    Ketua Panitia Wall of Fades- sebuah event bazar tahunan untuk denim- Delano Alvin Yonatha mengatakan di situlah awal mula penggunaan denim sebagai pilihan celana yang tangguh untuk mendukung aktivitas para pekerja tambang di Amerika Serikat.

    Kendati demikian, denim baru masif dikenakan pada 1930-an saat mulai dikenakan oleh aktor-aktor perfilman di Amerika Serikat. Saat itu denim mulai dikenal luas oleh publik dan menjadi tren fashion tersendiri hingga saat ini.

    "Jadi dari pekerja kemudian berkembang dan digunakan artis dan mulailah dikenal dan menjadi style," kata Delano kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

    Di Indonesia sendiri, menurut Delano yang memicu perkembangan tren denim adalah arus informasi yang tak terbatas. Orang-orang yang hilir mudik ke luar negeri dan menyaksikan tren fashion lewat teknologi membuat orang Indonesia mulai mengenal denim.

    Akhirnya pada 1980-an, denim mulai dikenal di Tanah Air hingga dilirik sebagai lahan industri baru oleh sejumlah orang yang menyenangi style ini.

    Tak sampai di situ, tren fashion denim yang mulai dikenal juga memicu sekelompok orang untuk berkumpul dan membentuk komunitas sesama penyuka denim. Lahirlah komunitas Indonesia Denim Group atau Indigo yang berdiri pada 2009.

    "Sejak ada Indigo, denim semakin dikenal dan tak sekadar busana saja, tetapi orang mulai peduli dengan histori dan seluk-beluknya," kata Delano.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.