Khasiat Ikan, IQ Tinggi Tidur pun Nyenyak

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi steak salmon. Shutterstock

    Ilustrasi steak salmon. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Anak-anak yang mengkonsumsi ikan sedikitnya sekali sepekan rata-rata kualitas tidurnya membaik dan skor tes Intelligence Quotient (IQ) mereka lebih tinggi dibandingkan anak-anak yang jarang atau tidak pernah makan ikan menurut studi baru yang dilakukan para peneliti Amerika Serikat.

    Para peneliti dari University of Pennsylvania melakukan studi pada 541 anak usia sembilan sampai 11 tahun untuk menguji hubungan antara omega-3, asam lemak yang ada pada banyak jenis ikan, dan inteligensia dan tidur yang lebih baik.

    Baca juga: 
    Waspada Kelelahan, Penyakit Jantung Mengintai
    Kaleidoskop 2017, Serangan Jantung sampai Bius Paspampres Ganteng
    3 Hal ini Sering Mengancam Kaki Saat Liburan Panjang

    Anak-anak yang meliputi 54 persen lelaki dan 46 persen perempuan itu disurvei mengenai konsumsi ikan mereka dalam sebulan terakhir sementara orangtua mereka ditanya tentang kualitas tidur anak-anak saat malam dan siang.

    Anak-anak lelaki dan perempuan itu juga diminta menjalani tes IQ untuk menguji kemampuan verbal dan non-verbal.

    Para peneliti mendapati anak-anak yang setiap pekan makan ikan skor tes IQ mereka 4,8 poin lebih tinggi dibanding mereka yang "jarang" atau "tidak pernah" makan ikan.

    Bahkan anak-anak yang hanya kadang makan bisa mendapat skor tes IQ hingga 3,3 poin lebih tinggi menurut studi yang dikutip kantor berita Xinhua.

    Anak-anak yang mengkonsumsi ikan lebih banyak dalam diet mereka juga dilaporkan lebih sedikit mengalami gangguan tidur dan secara keseluruhan kualitas tidurnya lebih baik menurut studi yang hasilnya disiarkan di Scientific Reports pada edisi terkini jurnal Nature.

    "Kurang tidur berhubungan dengan perilaku anti-sosial; kognisi yang buruk berhubungan dengan perilaku anti-sosial," kata Adrian Raine, profesor dari Penn Integrates Knowledge, University of Pennsylvania, yang terlibat dalam studi itu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.