Heboh Cita Citata, Apa Ciri Kepribadian Ganda?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kepribadian ganda (pixabay.com)

    Ilustrasi kepribadian ganda (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Cita Citata  diterpa berita miring. Mantan kekasihnya yang pengusaha keturunan Iran, Ardavan Farzi, mengungkapkan pelantun Goyang Dumang itu memiliki kepribadian ganda.

    Ardavan Fazi menyampaikan alasan mengapa hubungannya dengan Cita Citata putus melalui unggahan di Instastory-nya pada 8 Januari 2018 kemarin,

    "Saya ingin menjawab pertanyaan melelahkan yang saat ini membuat saya stres: alasan mengapa saya putus dengan Cita Citata tercinta adalah karena dia memiliki 2 kepribadian dan menggunakan bahasa yang buruk untuk memanggil orang tua saya," tulis Ardavan Farzi, dalam unggahannya. Baca:Kerja Malam Picu Risiko 3 Kanker Ini, Cek Penelitiannya

    Menanggap kabar tersebut, pada hari yang sama Cita Citata membuat video sindiran melalui Instastory-nya. Dalam video tersebut Cita Citata menyindir tentang bule yang ingin menumpang ketenaran.

    Apa sebetulnya yang disebut berkepribadian ganda itu, dan apa cirinya? Psychology today menyebutkan bahwa kepribadian ganda atau lebih atau Dissociative identity disorder  (DID) adalah suatu gejala yang belum umum disadari orang banyak.

    DID adalah suatu gejala penyakit dimana penderita memiliki dua atau lebih identitas yang berbeda atau status kepribadian. DID merupakan kondisi psikologis yang kompleks dan kemungkinan disebabkan oleh banyak faktor, termasuk trauma berat pada masa kanak-kanak dini (biasanya ekstrem, trauma fisik yang berulang, seksual, atau pelecehan emosional). Baca:Cerai? Simak 4 Kesalahan yang Bisa Mengacaukan Sebuah Hubungan

    DID mencerminkan kegagalan untuk mengintegrasikan berbagai aspek dari identitas, ingatan, dan kesadaran ke dalam satu diri multidimensi tunggal. Biasanya, identitas utama dari pribadi tersebut membawa nama yang diberikan individu dan bersifat pasif, tergantung, bersalah, dan tertekan.

    Bila kepribadian ganda atau lebih ini dapat dikontrol, masing-masing kepribadian akan menyatakan diri seolah-olah memiliki sejarah, citra diri dan identitas yang berbeda. Karakter yang berubah ini termasuk nama, usia dan jenis kelamin, kosakata, dan pengetahuan umum.

    Keadaan atau tekanan tertentu dapat menyebabkan perubahan tertentu muncul. Berbagai identitas mungkin menyangkal pengetahuan satu sama lain, saling mengkritik atau memiliki konflik terbuka satu sama lain. Baca:Ahok Gugat Cerai, Hati-Hati Efek Cerai Pada Anak

    TABLOIDBINTANG | PSYCHOLOGYTODAY | WEBMD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.