Intip Resep Prabowo Subianto Turunkan Berat Badan 13 Kilogram

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap kali bersantap, Prabowo Subianto menghamparkan rajangan bawang merah, bawang putih, kencur, dan kunyit di sebelah lauk utama. Tanpa nasi, bawang dan rimpang mentah itu dikunyah begitu saja berselang-seling dengan lauk. Ahmad Muzani, yang kerap menemani Prabowo Subianto makan, mengatakan sudah berbulan-bulan Ketua Umum Partai Gerindra itu menghindari nasi. "Beliau diet karbo," ujar Sekretaris Jenderal Gerindra itu pada Jumat 12 Januari 2018.

    Prabowo pun sudah lama menyisihkan gula pasir dari kopinya. Sebagai penikmat kopi, ia meracik sendiri minumannya tanpa gula. Walhasil, kata Muzani, berat badan Prabowo turun 12-13 kilogram. Muzani tak hafal persisnya bobot Prabowo sekarang. "Yang jelas sekarang jauh lebih bugar," ujarnya. Baca: Kanker Limfoma Hodgkin: Sering Serang Pria, Kambuh dalam 2 Tahun

    Selain menjaga pola makan, Prabowo rutin berolahraga. Saban hari, ia berkuda dan berenang di kompleks rumahnya di Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor. Dalam kondisi fit, menurut Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade, stamina laki-laki 66 tahun itu tak kalah dibanding orang yang jauh lebih muda. "Coba saja ajak adu lari," katanya. "Yang ngajak pasti ngos-ngosan." Baca: Hadiah Ulang Tahun Istri Tidak Harus Mewah, Simak Barack Obama

    Menurut Andre, Prabowo tinggal menurunkan bobotnya sekitar lima kilogram lagi untuk mencapai berat badan ideal. Dengan kondisi itu, kata Andre, Prabowo siap menghadapi Pemilihan Umum 2019. Tahun depan, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden digelar bersamaan. Sedangkan pendaftaran calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan pada Agustus tahun ini. Baca: Dipuji Fashionable, Puti Guntur Soekarno: Saya Dulu Tomboy

    Selain mengubah penampilan, menurut Andre, selama empat tahun terakhir Prabowo Subianto terus membangun infrastruktur partai. Berbeda dengan 2014, Andre mengklaim, Gerindra kini lebih siap menghadapi pemilihan umum. Melonjaknya suara Gerindra pada Pemilihan Umum 2014 dibandingkan dengan 2009 berdampak pada makin berdenyutnya aktivitas partai hingga ke daerah.

    MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.