Rumitnya Tangani Katarak pada Anak Dibanding Orang Dewasa

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi kembar berumur 17 bulan, Keyisa dan Kayla sudah menggunakan kacamata plus 20 setelah operasi katarak setelah lahir. Dalam acara Hari Pengelihatan Dunia di RS Mata Cicendo, Bandung, Jawa Barat, (12/10). TEMPO/Prima Mulia

    Bayi kembar berumur 17 bulan, Keyisa dan Kayla sudah menggunakan kacamata plus 20 setelah operasi katarak setelah lahir. Dalam acara Hari Pengelihatan Dunia di RS Mata Cicendo, Bandung, Jawa Barat, (12/10). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun penderita katarak umumnya dialami oleh mereka yang berusia lanjut, tetapi pada beberapa kasus katarak juga dapat diderita oleh bayi dan anak.

    Menurut Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic Jakarta Eye Centre @ Kedoya, Ni Retno Setyoningrum, faktor penyebab anak terkena katarak antara lain karena terdapat infeksi atau malnutrisi ketika bayi berada dalam kandungan. "Bayi yang lahir prematur, ibu terkena rubella atau toksoplasma akan meningkatkan kemungkinan bayi yang lahir memiliki gejala katarak," katanya di sela-sela kegiatan Bakti Katarak di Jakarta Eye Centre Kedoya, Jakarta, Sabtu 24 Februari 2018. Baca: Berburu Lelang Koleksi Pribadi Pejabat, Ada Sepatu Rp 1.000

    Prosedur operasi katarak pada anak, lebih rumit dibandingkan dengan pasien dewasa. Bahkan, untuk memastikan operasi berjalan lancar dan nyaman, dokter harus melakukan anastesi umum.

    Katarak masuk dalam kategori gangguan mata yang dapat dicegah dengan tindakan operasi. Pada pasien anak, tindakan operasi bertujuan untuk mengganti lensa yang keruh dengan lensa buatan.

    Pada bayi yang menderita katarak, tindakan operasi dilakukan terhadap anak pada rentang usia 2-4 bulan. Sebelum pelaksanaan, pasien anak harus menjalani pemeriksaan pra-operasi terlebih dahulu.

    Meliputi kondisi awal sebelum operasi, perlu tidaknya ditanam lensa intraokular, sampai dengan pemeriksaan kondisi kesehatan secara menyeluruh guna memastikan anak telah benar-benar siap menjalani operasi. Baca: Tanam Benang atau Filler : Ini Bahayanya Kata Tompi

    Setelah pelaksanaan operasi, pasien anak juga perlu menjalani terapi amblyopia untuk membiasakan dengan kondisi mata yang baru. Karena itu dukungan dan perhatian dari orangtua dan keluarga menjadi faktor penting yang membantu kesembuhan penglihatan anak.

    Memperingati hari jadinya ke-34 tahun, Jakarta Eye Centre atau JEC menggelar berbagai kegiatan yang terkait dengan fungsinya sebagai pusat pengobatan mata, salah satunya adalah melaksanakan operasi katarak terhadap ratusan pasien, tanpa dipungut biaya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.