Senin, 24 September 2018

Hari Lebaran Waktu yang Tepat Kenalkan Pacar? Ini Kata Ahli

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan/berpacaran. Shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan/berpacaran. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Raya Idul Fitri sudah tinggal hitungan hari. Lebaran bisa dijadikan momen untuk bersilaturahmi dengan keluarga pacar. Sebelum bertandang ke rumah pacar, pastikan Anda sudah siap segalanya, termasuk mental. Apakah momen lebaran bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan pacar kepada orang tua?

    Psikolog klinis dewasa, Sri Juwita Kusumawardhani menganjurkan untuk tidak mengenalkan pacar pertama kalinya kepada orang tua, apalagi keluarga besar, saat lebaran karena dapat memberi harapan besar bahwa hubungan asmara yang terjalin akan berlanjut ke jenjang yang serius. "Jangan sampai melukai kedua belah pihak karena mengenalkan pasangan terlalu dini," Sri mengingatkan.

    Baca: Simak Kisah Nyata Berlian Toussaint di Ocean's Eight

    Menurut Sri, pasangan yang baru di tahap pengenalan, sedang berada di fase jatuh cinta dan cenderung merasa pasangannya sempurna. Anda akan lebih objektif dalam menilai pasangan setelah lewat 6 bulan saat fase jatuh cinta berakhir.

    "Sebaiknya yakin terlebih dahulu untuk serius dengan pasangan sebelum mengenalkan dengan keluarga besar di momen sepenting Lebaran," kata Sri kepada Bintang.

    Baca: Baju Lebaran Jangan Hanya Kaos dan Baju Koko, Intip Tips Ini

    Mengenalkan pacar kepada keluarga, idealnya dilakukan bertahap. Pacar bisa diajak bertemu keluarga inti Anda terlebih dulu di momen yang lebih santai. "Ketika silaturahmi Lebaran, pasangan bisa lebih tenang dan percaya diri karena setidaknya sudah mengenal beberapa anggota keluarga sebelumnya," ujar psikolog yang praktik di Brawijaya Klinik UOB dan Kemang ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep