Senin, 23 Juli 2018

Mendandani Anak dengan Pakaian Kembar, Baik atau Tidak?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kekompakan mereka terlihat dari busana yang dikenakan. Mariah Carey mengenakan busana yang serupa dengan anaknya, Monroe Cannon. Sedangkan Nick Cannon berbaju kembar dengan anak lelakinya, Moroccan Scott Cannon. AP Photo

    Kekompakan mereka terlihat dari busana yang dikenakan. Mariah Carey mengenakan busana yang serupa dengan anaknya, Monroe Cannon. Sedangkan Nick Cannon berbaju kembar dengan anak lelakinya, Moroccan Scott Cannon. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Mendandani si kembar dengan pakaian yang sama tentunya pernah dilakukan oleh beberapa orang tua yang memiliki anak kembar. Orang tua cenderung melakukannya karena si kembar akan terlihat lucu dan menggemaskan. 

    Psikolog Astrid Wen mengatakan bahwa melakukan hal tersebut sah-sah saja selama anak senang dan tidak keberatan. “Asalkan orangtua tidak memaksakan anak untuk memakainya agar terlihat kembar dan lucu, hal tersebut tidak apa-apa,” ujarnya yang dihubungii TEMPO.CO pada Kamis 5 Juli 2018.  Astrid juga  menambahkan bahwa baju kembar tidak akan membawa dampak krusial terhadap psikologis anak.

    Baca juga: 
    Shared Psychotic, Kenali 5 Penyebabnya & Cek Solusinya
    Transgender pun Bisa Sukses Berkarir, Ini 4 Contohnya
    Susu Kental Manis, Ini Bedanya dengan Susu Lainnya

    Astrid juga wanti-wanti agar orang tua harus megetahui apa yang disenangi anak, baju apa yang menjadi preferensi anak, olahraga kesukaannya kah, dan lain-lain. Orang tua juga harus memperlakukan mereka dengan sama, jangan membeda-bedakan. Baju yang dipakai juga tidak diharuskan sama dari atas sampai bawah. “Misalkan si A sukanya pakai rok, si B sukanya pakai celana, trus mereka sama-sama suka pakai bando, ya sudah biarkan mereka berkespresi dan memakai apa yang masing-masing mau.”

    Tapi, di sisi lain, beberapa ahli memperingatkan bahwa mendandani anak dengan baju kembar itu bisa berdampak buruk pada psikologis si kembar.

    Keith Reed, Ketua Pelaksana Asosiasi Lahir Kembar, misalnya seperti yang dikutip dari BBC,  mengatakan bahwa orangtua berperan penting membantu anak mengembangkan identitas mereka. Keith juga menambahkan, “Kalau semenjak kecil mereka terbiasa selalu bersama-sama atau selalu memakai baju yang sama dan kemudian orangtua mencoba untuk mengubah atau menghilangkan kebiasaan tersebut, maka saat dewasa nanti mereka akan merasa tertekan.”

    Dua tahun lalu, pakar tumbuh kembang anak dokter Fitri Hartanto SpA (K), seperti ditulis Bisnis.com, pun mengatakan bahwa orang tua juga tidak harus selalu membelikan barang-barang yang sama persis terhadap anak kembarnya, seperti warna dan model karena kesukaan mereka bisa saja berbeda.

    "Sesuaikan saja keinginan mereka. Kalau mereka ingin, misalnya, baju yang sama persis, ya berikan yang sama. Kalau ingin baju berbeda, ya biarkan berbeda," katanya.

    Orang tua, lanjut dia, tugasnya mendampingi anak-anak dengan tidak memaksakan keinginan anak, tetapi tidak juga memanjakan karena akan berdampak kurang baik terhadap perkembangan perilakunya.

    "Sebagai orang tua, ya harus mendampingi anak. Kalau keputusan memilih [pakaian] yang diambil anak ternyata salah, orang tua harus menunjukkan kepada anak bahwa itu (perbuatannya) salah,” ujarnya.

    ALISHA ULFAH FIRDIANI |BISNIS | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.