Jumat, 16 November 2018

Sebelum Menikah, Perlu Matang Dalam 5 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Jelang menikah, selain menyiapkan berbagai kebutuhan pernikahan, calon pengantin juga disarankan untuk menyiapkan diri dengan menjalani program edukasi pernikahan.

    Baca: Proses Taaruf Anisa Rahma Bermula dari Syuting Web Series

    Menurut psikolog klinis dewasa, Sri Juwita Kusumawardhani, edukasi pranikah penting sebagai bekal pengetahuan dalam menjalani pernikahan. "Kebanyakan orang hanya fokus ke hari H saja, untuk mewujudkan dream wedding. Pre-marital education ini seperti life vest untuk mengetahui apa yang akan dilakukan nantinya, ujar perempuan yang akrab disapa Wita itu, dalam talkshow "Ready to Say I Do," di Jakarta, Sabtu 15 September 2018.

    Selain itu, edukasi pranikah, menurut Wita, juga dapat meningkatkan kualitas dan kepuasan pernikahan.

    Berdasarkan riset, Wita mengatakan, mereka yang menjalani edukasi pranikah memiliki hubungan pernikahan yang lebih baik. "Pasangan saling menerima," kata dia.

    Dengan demikian, edukasi pranikah diharap dapat menghindari perceraian.

    Sebelum menikah, psikolog Wita mengatakan seseorang harus menyejahterahkan diri sendiri dalam hal mental, yakni harus memiliki konsep dan harga diri, kemandirian, kematangan emosi dan mengetahui isu pribadi.

    Konsep diri yang tidak sehat ditemukan sebagai faktor kesehatan mental dan hubungan romantis yang buruk. "Jika tidak memiliki konsep dan kepercayaan diri kecenderungannya akan ada perselingkuhan karena ingin menunjukkan kehebatan kepada pasangan dengan cara selingkuh," kata Wita.

    Memiliki kemandirian finansial, menurut Wita, juga penting. Membiarkan adanya "stakeholder," misalnya orang tua, dalam sebuah pernikahan, artinya mengizinkan mereka untuk melakukan intervensi.

    Kemandirian juga memiliki arti kemandirian dalam mengambil keputusan dan memiliki tujuan hidup pribadi. Tujuan hidup tidak hanya dalam hal materi, pasangan juga dapat memiliki target untuk menjadi pribadi yang lebih baik. "Salah satu ciri individu yang dewasa dan siap menikah ditandai dengan kemandirian," kata Wita.

    Selanjutnya, kematangan emosional juga wajib dimiliki sebelum menikah. Menurut Wita, mengecilkan perasaan pasangan termasuk tanda kurang matang secara emosi.

    Baca: 5 Alasan Menikah yang Harus Dihindari, Cek Penjelasannya

    Oleh karena itu, seseorang harus memahami perasaan diri sendiri dan mengetahui isu pribadi, misalnya kebiasaan saat marah. "Banyak orang yang memutuskan menikah padahal masih belum mengenal diri sendiri. Bagaimana mengenal pasangan, apalagi nantinya punya anak," ujar Wita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?