Senin, 17 Desember 2018

Pasien Kanker Perlu Makan Telur Sampai 6-7 Butir Per Hari

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

    Ilustrasi telur ceplok. Pexels.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Secara umum tak ada pantangan makanan untuk pasien kanker. Justru, di antara beragam sumber gizi, asupan protein harus menjadi perhatian. "Badannya sangat membutuhkan nutrisi tinggi. Jadi protein sangat dibutuhkan. Nah ini yang kadang-kadang keliru. Pasien itu justru setelah kena kanker dia puasa mutih. Enggak makan segala macam," ujar dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Dharmais, Evlina Suzanna, di Jakarta, Rabu 28 November 2018.

    Baca: Dokter Ungkap Beda Kanker Paru Beda Pula Penanganannya

    Tubuh pasien kanker membutuhkan perbaikan luka akibat kanker yang jauh lebih rusak ketimbang luka steril misalnya karena operasi. "Karena sel kanker merusak jaringan di sekitarnya. Makanya dia bisa berakar, menyebar, bisa membuat tubuh benar-benar kurus. Karena dia memakan energi dari induknya. Makanya butuh energi tinggi dari protein tinggi," kata Evlina.

    Namun, apakah memberi protein sama dengan memberi makan sel kanker? "Tidak. Obat kemoterapi itu menghancurkan sel. Dia (tubuh) butuh perbaikan. Dia butuh energi, protein untuk memperbaiki sel dan jaringan yang rusak. Makanya pasien kanker perlu makan telur sampai 6-7 butir atau daging 100 gram per hari," papar Evlina.

    Baca: Kanker Langka Renggut Nyawa Devin Lima, Kenali Gejalanya

    Hal terpenting adalah zat gizi pasien terpenuhi. Apalagi, saat ini ada pramedikasi yakni obat mual untuk pasien yang sudah menjalani kemoterapi, sehingga bisa meminimalisir nafsu makan yang berkurang karena mual. "Pola makan yang nyaman, berprotein tinggi, itu yang harus diberikan. Jangan ada pantangan. Saat pengobatan dia butuh kalori tinggi, protein tinggi untuk perbaikan jaringan yang rusak oleh kanker dan obat kemoterapi," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.