Senin, 17 Desember 2018

Sebutan NH Dini Kepada Anaknya yang Sutradara : Mbah Minions

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kerabat dan rekan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah sastrawan dan novelis Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau lebih dikenal dengan nama NH Dini (82) di Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Selasa 4 Desember 2018. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Sejumlah kerabat dan rekan memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah sastrawan dan novelis Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau lebih dikenal dengan nama NH Dini (82) di Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Selasa 4 Desember 2018. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Novelis NH Dini meninggal akibat kecelakaan lalu lintas pada Selasa, 4 Desember 2018. Ibunda dari sutradara film Minions dan 3 seri Despicable Me, Pierre Coffin, itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth, Semarang.

    Baca: Sutradara Minions, Anak NH Dini, Tidak Pernah Baca Novel Ibu

    Saat masih 52 tahun, perempuan kelahiran Kota Semarang 29 Februari 1936 sudah memikirkan soal kematian. Dia bahkan mengantarkan sendiri surat wasiat itu ke Kantor Notaris Nyonya Lenie Hardjanto Lubis di Semarang, tempat tinggalnya. Isinya: Dini minta dibakar saja kalau kelak ia meninggal. Seperti ditulis Majalah Tempo edisi 20 Juli 1991, NH Dini, menjelaskan alasannya. "Lebih praktis dibakar, tidak membutuhkan tanah kuburan," ujar sastrawan ini.

    Pierre Coffin. youtube.com

    NH Dini dan sang anak yang bernama lengkap Pierre-Louis Padang Coffin, 50 tahun, sempat terlihat selalu bersama saat di Ubud Writers & Readers Festival 2017. Pierre mendampingi NH. Dini yang wira-wiri sebagai bintang utama acara yang berlangsung pada 25-29 Oktober itu. Majalah Tempo sempat mewawancarai Pierre saat di Ubud Festival. Di sela perhelatan Ubud Writers & Readers Festival, Kamis pekan lalu, Coffin menerima wartawan Tempo Reza Maulana.

    Pyer begitu Coffin menyebut dirinya- bercerita panjang-lebar soal proses kreatif dan keputusannya berhenti memproduksi kelanjutan Despicable Me dan Minions, pertentangan pemikirannya dengan pembuat film Amerika Serikat, serta kecintaannya pada film laga Indonesia, The Raid. Nh. Dini, yang mendapat Lifetime Achievement Award dari penyelenggara Ubud Writers & Readers Festival 2017, menambahkan beberapa poin dalam wawancara satu jam ini.

    Baca: Pilihan Terbaik Lansia Ikut Anak atau Panti Jompo Seperti NH Dini

    Dalam cuplikan wawancara itu, Pierre mengatakan dia sempat berselisih paham dengan ayahnya, diplomat Prancis, Yves Coffin. Pierre sempat mengatakan sang ayah tidak menghargai pekerjaannya. Menurut Pierre, pada awal kariernya, Pierre lebih banyak bergelut di dunia iklan. "Ayah mengatakan pekerjaan saya hanyalah untuk pemadat dan pecandu alkohol. Padahal saya normal-normal saja. Saya benci narkotik dan cuma minum sedikit alkohol," kata Pierre.

    NH Dini yang juga berada di tempat itu membenarkan pernyataan anaknya. "Dia juga bilang begitu ke saya, 'Anakmu itu pecandu narkoba'. Dalam bahasa Jawa, mereka (Yves dan Pierre) jotakan, saling ngambek.

    Sebaliknya, NH Dini sangat bangga kepada Pierre. Pierre bahkan disebut sebagai nenek moyangnya Minions oleh sang ibu. "Ya. Bisa dibilang begitu, ha-ha-ha....," kata Pierre saat dikonfirmasi panggilan ibunya yang menyebut Pierre dengan sebutan 'Mbahnya Minions'.

    Pierre adalah Padang, adik Lintang, yang kerap disebut sastrawan feminis itu dalam karya-karyanya. Pierre juga merupakan sutradara tiga seri Despicable Me dan Minions, film animasi yang tersohor seantero jagat. Film yang pertama muncul pada 2010 ini menjadi film animasi paling laris sepanjang sejarah. Minions, yang tayang sejak 2015, meraup lebih dari Rp 15 triliun. Adapun film terbarunya yang diluncurkan pada Juni 2017, Despicable Me 3, bahkan masuk peringkat ketiga film terlaris tahun ini dengan pendapatan sekitar Rp 14 triliun. Keempat film garapan rumah produksi Illumination Entertainment dan Universal Pictures itu meraup pendapatan Rp 50 triliun.

    Baca: Mengenal Kremasi Seperti yang Dipilih Mendiang NH Dini

    Minions, makhluk kuning hasil khayalan Coffin, mendunia dan muncul di hampir setiap arah mata memandang, dari game di telepon seluler, mainan berbanderol jutaan rupiah di mal, piyama Rp 30-an ribu di pasar tradisional, hingga botol air minum kemasan. Coffin-lah yang mengatur langsung semua hal yang berkaitan dengan minions. Ia pula yang mengisi suara minions di empat film tersebut dan menyelipkan bahasa Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.