Rabu, 19 Desember 2018

Siap-siap Rp 50 Juta ke Klinik Kecantikan, Kulit Bisa Awet Muda

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi masker kopi. Shutterstock.com

    Ilustrasi masker kopi. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehidupan para sosialita identik dengan hingar bingar dan serba mewah, termasuk soal perawatan wajah untuk kecantikan paripurna. Umumnya para sosialita ini akan melakukan berbagai macam perawatan di klinik kecantikan. Perawatan apa yang biasanya dilakukan para sosialita ini?

    Baca juga:  Heboh Derma Skin Care, Tilik KLIK Cara Aman Pilih Kosmetik

    "Sosialita kebanyakan kulitnya sudah cukup OK. Namun karena kebanyakan wanita yang sukses itu usianya di atas 40 tahun, maka problemnya mereka lebih ke skin tightening, skin brightening dan ingin tekstur kulitnya lebih bagus," ujar dr. Kartini Ong di acara temu media Crystal Aesthetic Clinic x Mimosa Lux di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Selain itu, dr. Kartini pun membocorkan apa yang menjadi pertimbangan para sosialita ini dalam memilih perawatan yang tepat untuknya.

    "Mereka ini tidak hanya mengikuti tren. Mereka cari yang hasilnya bagus dan downtime-nya lebih rendah agar bisa langsung bisa beraktifitas. Mereka juga suka dengan jenis perawatan wajah yang bisa mempertahankan wajah supaya awet muda," dr. Kartini membocorkan.

    Kemudian, berapa biaya yang biasanya di habiskan para sosialita untuk sekali kunjungan di klinik kecantikan? dr. Kartini menyebut bahwa itu tergantung dari jenis perawatan yang diambil.

    "Kalau soal harga, itu tergantung dari perawatan apa yang mereka pilih [di klnik kecantikan]. kalau perawatan dengan teknologi tinggi memang harganya pasti lebih mahal. Namun biasanya untuk sekali treatment di atas 50 juta Rupiah," pungkasnya.

    Baca juga: Klinik Kecantikan Ini Juga Diburu Kaum Pria Karena Alami?

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.