Hari Ibu: Bantu Pasangan Agar Tak Tambah Panik, Catat Kiatnya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bertatapan mesra. shutterstock.com

    Ilustrasi pasangan bertatapan mesra. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ibu, saatnya lebih dekat pada pasangan kita. Asal tahu saja, saat sudah berumahtangga, seorang wanita tak terhindarkan dari mengalami kecemasan atau bahasa sederhananya, panik. Hal ini disebabkan peran dan fungsi seorang wanita setelah berumahtangga yang telah bergeser menjadi seorang istri dan ibu. Dorongan untuk menjadi istri dan ibu yang terbaik inilah yang kemudian menyebabkan munculnya rasa cemas.

    Baca juga: Hari Ibu: Selain Mom Shaming, 3 Faktor Ini pun Bisa Bikin Panik

    Seperti sebuah reaksi alami, bahwa saat seseorang mengalami kecemasan, kebutuhan akan teman curhat pun meningkat. Akan tetapi, psikolog dari TigaGenerasi, Saskhya Aulia Prima mengingatkan agar para wanita yang sedang merasa cemas ini jangan sampai salah pilih tempat untuk mencurahkan hati. Salah - salah, malah lebih bikin cemas dan panik.

    "Temukan support grup. Cari yang tepat dan bisa membantu, bukan yang malah bikin pusing," kata Saskhya, dalam acara BincangShopee yang digelar Selasa, 18 Desember 2018, di Jakarta.

    Dijelaskan lebih lanjut olehnya, support grup yang tepat itu lebih kepada mencari yang cocok dan bikin nyaman. Misalnya, ada orang yang memang sukanya curhat dengan gaya dramatis. Bila salah tempat curhat ke orang yang terlalu realistis, bisa - bisa malah bikin baper atau bahkan down.
    Ilustrasi dua wanita mengobrol. shutterstock.com
    Akan lebih baik lagi bila support grup yang dimiliki adalah orang - orang yang sudah kita ketahui pasti kompetensinya. Misal, untuk curhat masalah kesehatan anak, maka tentukan satu nama yang dianggap tepat oleh kita untuk memberikan masukan tentang masalah kesehatan anak. Jika memiliki kecemasan soal ASI, maka bisa tentukan satu nama atau grup yang dianggap bisa memberi informasi paling tepat tentang ASI, dan lain - lain.

    "Maka jangan ragu untuk menuliskan dengan jelas nama - nama mereka yang kita jadikan support grup untuk tiap kecemasan yang sering kita hadapi," kata Saskhya. Ini bisa jadi sebagai resolusi Tahun Baru ibu untuk tidak lagi menjadi ibu yang mudah panik di tahun yang baru. "Karena inti dari mengatasi kepanikan adalah menemukan solusi yang tepat, bukan malah berlarut - larut dalam kecemasan," tandas Saskhya.

    Baca juga: Hari Ibu, Iwan Fals sampai Freddie Mercury pun Menulis Lagunya

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.