Lewatkan Sarapan Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    Ilustrasi diabetes (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak riset yang membuktikan bahwa sarapan adalah waktu makan yang paling penting sepanjang hari. Sebuah penelitian baru di Jerman menyimpulkan, melewatkan sarapan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Penyakit ini biasanya diderita orang berusia di atas 45 tahun. Faktor risiko penyakit ini antara lain kelebihan berat badan, kurang aktif secara fisik, dan faktor genetika.

    Baca juga: Peneliti : Tubuh Manusia Bisa Sembuhkan Diabetes di Masa Depan 

    Penelitian ini melibatkan 96 ribu orang dalam enam studi yang terpisah. Para peneliti menyimpulkan bahwa melewatkan sarapan sekali seminggu saja, dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 sebesar 6 persen.  Semakin sering melewatkan, semakin besar peningkatan risikonya. Empat atau lima kali seminggu melewatkan, peningkatan risikonya bisa mencapai 55 persen. Penelitian ini dimuat di The Journal of Nutrition.

    Diabetes tipe 2 berhubungan dengan gula darah dan insulin. "Beberapa studi kecil menunjukkan bahwa melewatkan makan pagi benar-benar dapat menyebabkan lebih banyak resistensi insulin," kata Jenna Freeman Scudder, ahli diet di Ohio State University Wexner Medical Center, dikutip Healthline, 7 Januari 2019.

    Resistensi insulin adalah suatu kondisi yang membutuhkan lebih banyak insulin untuk membawa gula darah ke kisaran normal. “Dan ketika kronis, itu menjadi faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2,” ujar Freeman Scudder.

    Freeman Scudder mengatakan, melewatkan sarapan, selain membuat metabolisme tubuh jadi buruk, ini juga mendorong orang untuk memilih makanan yang tidak sehat dan makan dalam jumlah yang berlebihan. Itulah yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2. 

    Baca juga: 7 Sarapan Terbaik untuk Diet Sehat

    HEALTHLINE


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.