Kenapa Telur Tidak Boleh Dicuci Sebelum Disimpan?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telur. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi telur. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencuci bahan makanan sebelum dikonsumsi atau diolah perlu dilakukan untuk menghindari kotoran atau racun yang terkandung di permukaannya. Tapi ternyata tak semua bahan makanan harus dicuci. Ada beberapa makanan yang justru berbahaya jika dicuci, misalnya telur.

    BacaBahaya Sering Makan Telur, Bisul sampai Asam Urat

    Mungkin ini terdengar aneh untuk sebagian orang. Tapi, mencuci telur sebelum dikonsumsi membuatnya berbahaya bagi tubuh. Kenapa? Mencuci telur dapat mengilangkan lapisan pelindung alami telur yang disebut dengan kutikula. Lapisan ini membuat telur aman dari kontaminasi bakteri dari luar. 

    Tapi, di beberapa negara seperti Amerika Serikat, ada aturan untuk mencuci telur sebelum diedarkan ke pasaran. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, setelah pencucian maka akan dioleskan minyak mineral di permukaan luar untuk mencegah bakteri menembus kulit yang dapat mengkontaminasi telur. 

    Menurut para ahli kesehatan, mencuci kembali telur yang baru dibeli dapat menghilangkan lapisan minyak itu. Hal itu meningkatkan kemungkinan debu atau bakteri masuk melalui pori-pori dan mencemari putih telur dan kuning telur.

    "Cangkangnya keropos. Jika Anda mencuci telur sebelum memasaknya, air dapat mendorong bakteri ke dalam telur," kata Amy Leigh Mercree, pakar kesehatan holistik dan penulis laris sepuluh buku termasuk The Mood Book.

    Tapi kadang-kadang pembeli menemui telur segar yang tidak melewati proses pencucian. Jika memang harus mencucinya sebelum memasak, Amy Leigh Mercree menyarankan mencuci telur segar dengan air hangat untuk menghilangkan partikel debu. Hindari pula penggunaan sabun.

    BacaTips Mengolah dan Menyimpan Telur agar Gizinya Terjaga 

    TIMES OF INDIA | READER’S DIGEST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.