Sebelum Wafat, Ibu Abdul Somad Sempat Sahur

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

    Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiah saat peringatan 14 tahun tsunami Aceh, di Masjid Tengku Mahraja Gurah, kecamatan Peukan Pada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 26 Desember 2018. Bencana gempa bumi dan tsunami Aceh terjadi pada Ahad, 26 Desember 2018. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Ustad Abdul Somad sedang menghadiri tabligh akbar berada di Madura, Jawa Timur saat mendengar kabar ibunya, Rohana wafat. "Pagi ini ibu saya meninggal dunia, saya mohon fatihah dan doa untuk almarhumah," kata Abdul Somad.

    Baca: Rohana, Ibunda Penceramah Abdul Somad, Meninggal Dunia

    Di media sosial Instagram dengan judul 'Kita Pun Akan ke Sana Jua', Abdul Somad menceritakan kronologis kepergian sang ibunda, Rohana binti Nuruddin. Menurut Abdul Somad, seperti biasa sang ibu membaca Al-Quran dan berzikir setelah salat tahajud dan witir.

    Lalu sang ibu melanjutkan dengan makan sahur. Selesai santap sahur, Mak masih menonton video taushiyah Abdul Somad di Youtube. Saat di kamar mandi dan hendak membersihkan diri, sang ibunda mengeluhkan sakit kepala. "Beliau terus wudhu' persiapan salat Subuh. Lalu pingsan, dibawa ke Rumah Sakit, menghembuskan nafas terakhir,"kata Abdul Somad.

    Rohana meninggal dunia di Pekanbaru, Riau, Senin, 18 Maret 2019. Almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit Sansani, Jalan Sukarno-Hatta, Pekanbaru, Riau. Jenazah ibunda penceramah Abdul Somad itu akan dikebumikan di kampung halamannya, Desa Silo Lama, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

    Walau berusia 71 tahun, Ibu Abdul Somad terus berpuasa. Agar dapat berpuasa dengan lancar dan nyaman, setiap orang sebaiknya menghindari gangguan kesehatan dengan menjalani pola makan sahur dan berbuka puasa dengan benar.

    Menurut ahli gizi Julia Dewi Nerfina, pada saat sahur proporsi makan menyumbang 40 persen dari kebutuhan makanan selama sehari, yang terdiri dari 30 persen makanan besar (nasi dan lauk-pauk), 10 persen makanan kecil atau camilan.

    Sebaiknya saran Julia makanan kecil dikonsumsi sebelum imsak disertai minum tiga gelas air. Selain itu, jumlah serat dari sayur dan buah juga harus lebih banyak dikonsumsi pada waktu sahur. “Yang paling baik, konsumsi buah dalam bentuk dipotong-potong untuk memberikan efek kenyang lebih lama,” beri tahu Julia.

    Sedangkan makanan berbuka puasa menyumbang 60 persen kebutuhan makanan dalam sehari dengan proporsi pembagian: 10 persen makanan manis, 40 persen makanan besar, dan 10 persen camilan.

    Baca: Saat Ibunya Wafat, Abdul Somad Sedang Berceramah di Madura

    Sertai pula dengan meminum air putih sebanyak lima gelas. Yang terpenting, konsumsi makanan baik saat sahur ataupun berbuka puasa harus mengandung gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, serat, dan air.

    INSTAGRAM | TABLOID BINTANG | MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.