Jangan Asal Beli Roti, Ini 3 Hal yang Harus Diperhatikan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi roti. Pixabay.com

    Ilustrasi roti. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Roti dikenal sebagai makanan pokok bagi masyarakat di negara-negara Barat. Namun kini, tak sedikit masyarakat Indonesia yang mulai menggeser karbohidrat dari nasi menjadi roti. Nah, saat akan membeli roti, apa yang Anda pertimbangkan?

    BacaRoti Semakin Diminati, Ini Tips Menyimpan Roti Agar Awet

    Bukan hanya harga yang murah dan tanggal kedaluarsa saja yang penting. Namun, kandungan di dalam roti pun harus menjadi perhatian. Melansir dari situs Web MD dan Men’s Journal, berikut adalah beberapa tips untuk memilih dan membeli roti terbaik.

    1. Mengandung 100 persen gandum

    Jangan termakan dengan tulisan ‘gandum utuh’, ataupun ‘dibuat dengan gandum utuh’. Sebab, roti yang mengandung gandum hanya yang tertulis ‘100 persen gandum’.

    Mengapa harus kaya akan gandum? Gandum adalah biji-bijian untuk yang rendah lemak dan bebas kolesterol. Pada gandum, Anda akan menemukan protein, serat sehat, mineral, vitamin, antioksidan, pati resisten, phytochemical dan bahan phytoestrogen. Tak heran, bahan makanan ini dapat memberikan begitu banyak manfaat kesehatan, termasuk perlindungan dari penyakit jantung, stroke, diabetes, obesitas, dan beberapa jenis kanker.

    2. Memperhatikan kandungan sodium

    Sebagian besar produk roti akan diisi dengan sodium untuk membantu mengontrol pergerakan ragi dan menambah cita rasa. Sayangnya, dalam tiga porsi roti jenis tertentu, memiliki sekitar 200 miligram sodium. Itu artinya, akan menambah 600 miligram untuk total sodium harian Anda.

    Meski mungkin kedengarannya tidak banyak, tetapi itu mewakili sepertiga dari batas Anda, jika Anda ingin taat untuk tetap dalam anjuran, yaitu 1.800 miligram sehari. Artinya, apabila Anda makan terlalu banyak roti, kadar sodium pun meningkat dan mungkin melewati batas. Tingginya kadar sodium bisa memicu penyakit seperti darah tinggi dan serangan jantung.

    Jadi sebaiknya, baca dulu label yang tertera pada roti. Pilih pula yang memiliki kandungan sodium paling sedikit.

    BacaSensasi Kopi dan Roti Panggang Khas Nanyang, Sama dengan Aslinya?

    3. Jangan percaya pada label diet dan ringan

    Ada beberapa merek roti yang mempromosikan produk rendah kalori. Pada labelnya, biasa akan tertulis ‘ringan’. Bagi Anda yang sedang menjalankan diet, tentu amat tergiur dengan produk ini. Namun sebenarnya, hal tersebut belum tentu benar. Sebab, perusahaan pembuat roti hanya akan mengecilkan ukuran porsi, tapi ditambah dengan serat ekstra.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WEBMD | MENSJOURNAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.