Anak Kurang Gizi dan Sakit-sakitan, Begini Pengaruhnya pada Otak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak dengan stunting. nyt.com

    Ilustrasi anak dengan stunting. nyt.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemenuhan gizi dan kesehatan di usia dini akan berpengaruh pada kemampuan intelektual anak. Bagi anak yang kurang gizi dan sering sakit-sakitan, maka otak tidak berkembang sempurna, kecerdasan berkurang.

    Baca juga: Anak Bahagia Bisa Dilihat dari Cara Berjalan dan Berbicara

    Sementara anak-anak yang memperoleh kecukupan gizi dan sehat, maka akan berkembang menjadi anak yang cerdas dan sumber daya manusia yang berkualitas.

    Hal itu diungkapkan praktisi kesehatan Prof Hasbullah Thabrany dalam Simposium Kebangsaan dan Perayaan 111 Tahun Kebangkitan Nasional di Gedung IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

    Ia mengungkapkan, pemenuhan gizi anak dimulai dari masa di dalam kandungan. Itu sebabnya, pemenuhan gizi ibu hamil juga perlu mendapat perhatian. Dia mengatakan 50 persen ibu hamil mengalami anemia, lalu anak-anak lahir "stunting" atau kurang gizi.

    Anak stunting tidak hanya mengalami gangguan pertumbuhan fisik, tapi juga otak. Dan gangguan ini sulit diperbaiki setelah anak berusia lebih dari dua tahun.

    Ia mengatakan persoalan pemenuhan gizi dan kesehatan sejak anak dalam kandungan dan terhadap ibu mengandung menjadi penting untuk menciptakan anak-anak yang lahir dan berkembang sempurna.

    "Masa kandungan adalah kunci investasi manusia jangka panjang," kata Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) itu.

    Baca juga: Hindari Perilaku Merundung, Ajarkan Anak Nilai-nilai Kesetaraan

    Ia menuturkan, otak yang berkembang sempurna akan berpengaruh pada kemampuan anak untuk berpikir kreatif dan inovatif. Mereka akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas sehingga mendapat pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa Indonesia.

    ANTARA 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.