Anak Disarankan Melakukan Aktivitas Fisik 60 Menit, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak berlari. shutterstock.com

    Ilustrasi anak-anak berlari. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua disarankan mengajak anak melakukan aktivitas fisik atau olahraga setiap hari. Olahraga bagi balita memiliki banyak manfaat untuk kesehatannya. Berapa lama durasinya? 

    Baca juga: Orang Tua Harus Bisa Bedakan Disiplin dengan Kekerasan pada Anak

    Menurut dokter spesialis dan konsultan tumbuh kembang anak, Catherine M. Sambo, anak berusia dua hingga tiga tahun disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya 60 menit dalam satu hari.

    Menurut dia, bermain dengan durasi tersebut dapat meningkatkan kualitas tidur pada balita. Sebab melalui olahraga kecil seperti berlari selama satu jam saja, anak akan mencapai batas lelahnya. Dengan demikian, mereka akan tertidur pulas dan fungsi organ pada tubuh langsung dapat bekerja dalam maksimal.

    “Pola tidur balita belum seperti orang dewasa. Dengan olahraga, secara tidak langsung akan membentuk jadwal istirahatnya yang akhirnya baik untuk memaksimalkan kerja detoksifikasi alami, yakni pembasmi sel-sel jahat yang bisa merusak tubuh,” katanya di acara Pentingnya Bermain di Luar Ruangan yang diselenggarakan Rumah Sakit Pondok Indah di Jakarta pada Kamis, 20 Juni 2019.

    Selain itu, berolahraga juga dipercaya berperan penting dalam pembentukan tulang balita. Catherine mengatakan bahwa penelitian berjudul Exercise and Child’s Bone Health yang diterbitkan pada 2018 di Amerika Serikat membuktikan jika berlari selama satu jam dapat mengokohkan 75 persen tulang balita daripada mereka yang tidak.

    Baca juga: Psikolog: Anak Berisiko Kecanduan Usai Nonton Adegan Seks Pasutri

    “Kuatnya tulang ini tidak hanya berpengaruh saat balita saja, tapi ini juga memiliki efek jangka panjang apabila terus dilakukan. Khususnya saat mereka tua yang umumnya selalu dikaitkan dengan osteoporosis atau pengeroposan tulang,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.