Bengkak di Leher karena Gangguan Tiroid? Ketahui dengan Cara Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tiroid. shutterstock.com

    Ilustrasi tiroid. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit tiroid disebabkan oleh gangguan produksi hormon di kelenjar tersebut.  Gangguan ini akan mempengaruhi proses metabolisme tubuh.

    Bagi pasien hipertiroid atau yang memproduksi kelenjar tiroid secara berlebih, umumnya akan mengalami metabolisme yang lebih cepat dari normal. Sebaliknya, pasien hiportiroid atau yang memproduksi kelenjar tiroid dengan sangat minim,  akan mengalami metabolisme yang lambat.

    Baik hiper maupun hipo, rupanya dari segi gejala akan ditandai salah satunya dengan benjolan di leher. Sebab, letak tiroid pada tubuh berada pada bagian bawah jakun.  Apabila mengalami gangguan, maka bagian tersebut akan mengalami pembengkakan.

    Tapi pembengkakan di leher bukan hanya disebabkan gangguan tiroid. Ada beberapa penyakit lain, seperti kista dan kanker kelenjar getah bening, ditandai dengan pembengkakan di area tersebut. Lalu bagaimana membedakannya?

    Dokter ahli endokrin Fatimah Eliana mengatakan bahwa sebenarnya, Anda bisa terlebih dahulu melihat dan memastikan benjolan. Dalam acara Waspadai Gangguan Tiroid: Kenali dan Pahami untuk Hidup Lebih Baik, ia pun membagikan cara mudah melakukan deteksi dininya.

    Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah sering becermin. Sebab dengan demikian, Anda bisa mengetahui perbedaan bentuk tubuh dari waktu ke waktu. “Yang paling mudah itu becermin. Apalagi kalau sudah besar, pasti langsung kelihatan,” katanya di Jakarta pada Rabu, 17 Juli 2019.

    Apabila dirasa kurang jelas karena benjolannya masih kecil, cara lain yang bisa dilakukan ialah dengan menengadahkan wajah ke atas. Sembari becermin, arahkan badan ke samping. Dengan demikian, Anda secara tidak langsung bisa menilai apakah bagian leher terlihat lurus atau ada benjolan. “Kalau masih kecil, dari sisi depan dan posisi tegak mungkin belum seberapa kelihatan. Jadi baiknya mendongak dan dari samping saja,” katanya.

    Jika pada posisi tersebut Anda masih belum juga bisa memastikan bahwa ada benjolan atau tidak, cara terakhir adalah dengan meminta teman Anda untuk memegang area leher. Kemudian, cobalah untuk melakukan gerakan menelan. “Apabila teman Anda merasa ada yang benda yang bergerak, bisa jadi itu adalah benjolan tiroid. Untuk memastikan harus cek usg," katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.