Masalah Obesitas di Indonesia Lebih Banyak Dibanding Gizi Buruk

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Riskiyana Sukandhi Putra mengatakan obesitas atau kegemukan merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius yang memerlukan penanganan segera. "Sekarang ini jumlah penderita obesitas di Indonesia lebih tinggi dari penderita gizi buruk, masalah kesehatan tersebut jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah baru," ujarnya ketika membacakan makalah Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam acara bincang inspiratif SATU Indonesia Award, di Palembang, Jumat 19 Juli 2019.

    Permasalahan kesehatan itu disebabkan pola makan masyarakat yang kurang baik dan berlebihan, serta kurang beraktivitas dan berolahraga. Khusus obesitas yang diderita anak-anak, para orang tua harus memperhatikan pola makan anak-anaknya dan mengontrol asupan gizinya sehingga tidak berlebihan.

    Obesitas adalah penumpukkan lemak yang tidak normal atau berlebihan di dalam tubuh seseorang. Kegemukan merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di seluruh dunia, selain dapat mengakibatkan masalah kesehatan secara fisik, kondisi ini juga dapat menyebabkan masalah psikologis seperti stres dan depresi. "Kondisi tersebut jika dibiarkan terus menerus, tidak hanya berdampak pada penampilan fisik penderitanya, tetapi juga bisa mempengaruhi kesehatan penderita obesitas seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi," katanya.

    Untuk mengatasi masalah obesitas agar jumlah penderitanya tidak terus meningkat, pihaknya akan menggalakkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat dampak buruk obesitas bagi kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.