Tidak Hobi Ngopi, Kaesang Pangarep Tetap Bisnis Kopi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaesang Pangarep mengenakan jeans dan kemeja putih (Instagram @kaesangp).jpg

    Kaesang Pangarep mengenakan jeans dan kemeja putih (Instagram @kaesangp).jpg

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa sangka Kaesang Pangarep yang telah membuka gerai minuman kopi berlabel "Ternakopi by Kaesang" ke-12 di Jakarta Barat justru menyatakan kopi terasa aneh. "Aku tuh enggak suka kopi. Kopi rasanya aneh buatku," kata Kaesang selepas peresmian gerai Ternakopi di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu 20 Juli 2019.

    Putra bungsu Presiden Joko Widodo itu menceritakan awal mula geluti bisnis kopi setelah mengikuti kursus barista pada 2018. "Tapi, saya enggak lanjutin latihannya. Dari situ, saya tertarik dengan dunia kopi," katanya.

    Pada awal mengikuti pelatihan menjadi seorang peracik kopi, Kaesang meminta ayahnya sebagai pencicip kopi yang telah dibuatnya. "Selama setahun saya belajar, kalau saya balik ke Indonesia kalau lagi liburan gitu, Bapak saya suruh cobain. Tiap pagi dan malam, saya selalu buatin untuk Bapak. Awalnya yang original. Setelah dia approved, baru saya bikin varian lain," katanya.

    Kaesang mengatakan Presiden Jokowi paling suka kopi gula jawa buatannya. "Awalnya dikritik terus sama Bapak, tapi lama-lama suka. Motto saya dalam hidup kan coba dulu, sering gagal juga pada awal-awal. Tapi kalau enggak gagal, kan kita enggak akan tahu. Dan (saya) terus mencoba lagi karena dari awal saya memang selalu pengin jadi pebisnis," katanya.

    Kaesang menyarankan calon pebisnis sebaiknya memulai usaha dari hal-hal yang mereka sukai. "Selain mulai dari hobi, lihat tren juga. Orang-orang lagi suka apa. Kalau dulu, saya lihat di Indonesia belum marak cold brew. Jadi, saya mulai dari situ," katanya.

    Selain Ternakopi, Kaesang Pangarep juga memiliki bisnis pisang nugget "Sang Pisang". "Aku belum kepikiran bisnis lagi, sementara fokus ke kopi dulu saja," ujar pria berusia 24 tahun itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.