Konsultasi ke Dokter, Jangan Pernah Bohong Tentang 4 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria ke dokter. Raleighmedicalgroup.com

    Ilustrasi pria ke dokter. Raleighmedicalgroup.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat sakit dan pergi berobat kepada ahli kesehatan, tentu banyak hal yang ingin Anda ketahui tentang kondisi saat itu. Untuk mendiagnosis, dokter perlu menanyakan banyak hal kepada Anda.

    Sayangnya tak jarang orang yang memilih untuk berbohong lantaran takut diketahui oleh orang terdekat atau diceramahi oleh dokter. Perlu diketahui, berbohong hanya akan mempersulit dokter mengetahui kondisi kesehatan Anda yang sesungguhnya. Salah-salah dokter akan memberikan obat atau tindakan yang salah. 

    Melansir dari Web MD, ada beberapa kebohongan yang justru akan berpengaruh pada diagnosis kesehatan Anda. Apa sajakah itu? Berikut adalah empat di antaranya.

    1. Mengaku tidak mabuk-mabukan saat mengalami masalah jantung

    Bagi Anda yang senang mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengalami masalah jantung, ada baiknya untuk berkata jujur jika dokter menanyakan hal ini. Sebab walaupun beberapa penelitian menyebutkan alkohol dapat menyehatkan jantung, penggunaannya secara berlebihan dapat menjadi ancaman. Dokter bisa saja memberikan obat yang apabila dikonsumsi dan bercampur dengan alkohol dapat merusak fungsi jantung. Alih-alih sembuh, penyakit Anda justru semakin parah.

    2. Telah berhenti merokok saat mengalami masalah paru-paru

    Rokok memang bisa menyebabkan masalah pada paru-paru Anda. Dengan mengatakan bahwa Anda berhenti merokok padahal sebenarnya tidak, dokter bisa menyuruh Anda untuk menerapkan pola hidup baru saja. Misalnya dengan melarang konsumsi makanan minuman tertentu, olahraga dan tidur cukup. Padahal, ini tidak akan membantu kesembuhan, selama Anda tetap rajin merokok.

    3. Mengatakan hanya melakukan hubungan seksual dengan satu orang saat mengalami penyakit kelamin

    Saat bertemu dengan dokter kulit dan kelamin akibat penyakit di area pribadi ini, banyak pasien yang sering berbohong. Padahal perlu diingat bahwa peran dokter ialah untuk menyembuhkan penyakit dan bukan memberikan penghakiman atas kelakuan Anda.

    Dengan jujur kepada dokter, mereka dapat mengetahui alasan dan penanganan yang tepat. Misalnya, melarang Anda berhubungan dengan sebagian orang. Sebab jika Anda hanya berhubungan seksual dengan satu orang, dan orang tersebut diperiksa, akan menjadi masalah bagi pasangan. Belum lagi kemungkinan penyakit Anda salah diagnosis setelah melihat masalah pada pasangan. Jadi, lebih baik jujur agar masalah kesehatan Anda mendapat penanganan tepat. 

    4. Selalu makan makanan sehat saat mengalami kolesterol tinggi

    Kolesterol yang tinggi pasti salah satunya disebabkan oleh pola makan yang tidak baik. Entah karena lemak jenuh ataupun lemak trans yang dikonsumsi secara berlebihan, sehingga meningkatkan kadar LDL atau kolesterol jahat di tubuh Anda.

    Apabila Anda berbohong mengenai aktivitas ini dan mengatakan pada dokter bahwa Anda makan secara sehat, dokter bisa mengira bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh usia, kurang olahraga dan riwayat keluarga. Dokter mungkin hanya akan menyarankan perbaikan pola hidup ini. Hasilnya mungkin tidak maksimal karena penyebab utamanya belum diatasi, yaitu pilihan makanan yang tidak sehat dan kurangnya obat untuk mengontrolnya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WEBMD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.