Jimin BTS Terpilih jadi Pria Berpenampilan Terbaik Majalah Fesyen

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jimin BTS (Koreaboo)

    Jimin BTS (Koreaboo)

    TEMPO.CO, Jakarta - Personel boyband K-Pop BTS, Park Jimin, terpilih sebagai salah satu dari 10 pria berpenampilan terbaik minggu ini oleh majalah fesyen pria, GQ. Jimin BTS ditempatkan di nomor urut ketiga setelah pebasket Kelly Oubre Jr. di acara Sports Illustrated Fashionable 50 dan aktor Riverdale, KJ Apa, yang menghadiri Comic-Con di San Diego.

    Penampilan yang dipilih kolumnis Megan Gustashaw adalah ketika Jimin dan personel BTS lainnya tiba di Bandara Gimpo di Seoul 17 Juli 2019 lalu. Menurut dia, gaya Jimin adalah cara orang berpakaian di bandara yang paling ideal.

    Jimin BTS terpilih sebagai salah satu pria dengan penampilan terbaik pekan ini versi majalah GQ (Koreaboo)

    Jimin tampak tampil kasual dengan kaus hitam lengan panjang dipadukan dengan celana hitam longgar. Ia mengenakan ikat pinggang yang senada. Sebagai pelengkap, ia mengenakan kacamata hitam persegi dengan postman bag yang diselempangkan. 

    Bukan hanya Megan, banyak orang yang menyukai gaya Jimin. Menurut mereka, Jimin memiliki selera baik dalam berpenampilan dan pakaiannya selalu cocok dengan dia. Para penggemar BTS, Army, mengatakan bahwa visual dan tubuhnya yang berotot menyempurnakan penampilan Jimin. 

    Jimin BTS memiliki gaya khas yang cool dan chic. Dia sering menggunakan kemeja longgar dengan bawahan celana ketat. Gaya kasual ini terlihat makin modis ketika dikenakan Jimin yang memiliki tubuh berotot.

    Sebagai aksesori, Jimin sering melengkapi penampilannya dengan kacamata hitam persegi atau jaket edgy. Dia juga sering mengenakan perhiasan perak, seperti anting-anting dan cincin. Meski gayanya kasual, ia sering menggunakan pakaian karya desianer ternama. Merek favoritnya adalah Gucci. 

    KOREABOO | SOOMPI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.