Hati-hati, Penggemar Cabai Berisiko Lebih Tinggi Alami Demensia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cabai rawit. Depositphotos

    Ilustrasi cabai rawit. Depositphotos

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabai mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, terutama vitamin C. Tapi ternyata tak selamanya makanan pedas ini baik. Jika dikonsumsi berlebihan, cabai juga bisa meningkatkan risiko terkena demensia

    Hal itu terungkap dalam sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Nutrients. Dalam studi itu, para peneliti yang melibatkan 4.582 orang dewasa Tionghoa berusia di atas 55 tahun, menemukan bukti penurunan kognitif lebih cepat pada mereka yang secara konsisten makan lebih dari 50 gram cabai sehari. Risikonya hampir dua kali lipat ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi cabai sebanyak itu.

    Penurunan daya ingat bahkan lebih signifikan pada para penyuka cabai yang bertubuh kurus. Para peneliti mengatakan orang dengan berat badan normal mungkin lebih sensitif terhadap asupan cabai daripada orang yang kelebihan berat badan, karenanya berdampak pada daya ingat.

    “Konsumsi cabai ternyata bermanfaat untuk berat badan dan tekanan darah dalam penelitian kami sebelumnya. Namun, dalam penelitian ini, kami menemukan efek buruk pada kognitif di antara orang dewasa yang lebih tua,” kata Zumin Shi dari Qatar University.

    Asupan cabai termasuk cabai segar dan cabai kering tetapi bukan capsicum manis atau lada hitam.

    Mereka yang makan banyak cabai memiliki ternyata memiliki indeks massa tubuh (BMI) lbih rendah dan lebih aktif secara fisik dibandingkan orang tak begitu suka mengonsumsi cabai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.