4 Mitos atau Fakta tentang Hubungan Cinta Suami Istri

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan bercinta. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan bercinta. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Berbicara mengenai hubungan cinta, tak jarang banyak pasangan suami istri yang dihadapkan dengan rasa bingung. Terlebih dengan banyaknya mitos seputar aktivitas bersenggama ini.

    Nah, agar tidak salah kaprah, dokter dan seksolog Boyke Dian Nugraha dalam acara Dua Untuk Aku, Dua Untuk Kamu pun mau meluruskannya. Berikut adalah empat mitos dan fakta yang sering ditanya masyarakat.

    1. Mitos : Ukuran itu menentukan
    Fakta : Boyke menjelaskan bahwa banyak orang yang mengatakan jika ukuran penis sangat berhubungan dengan kepuasan bercinta. Padahal, hal ini tidak selalu benar. Sebab, bagi sebagian besar orang, cara bermain di ranjanglah yang lebih penting. “Yang paling utama sebenarnya adalah foreplay, orgasme dan afterplay. Jarang dan bahkan minim kalau dihubungkan dengan ukuran,” katanya di Jakarta pada 8 Agustus 2019.

    2. Mitos : Wanita hamil tidak boleh berhubungan seksual
    Fakta : Tak sedikit pula orang yang takut berhubungan seksual saat istri sedang hamil. Boyke pun banyak menyebutkan alasan-alasan seperti takut ibu maupun bayi akan mengalami gangguan kesehatan. Padahal, hal ini tidak benar. “Hubungan seksual selama menyehatkan bagi suami istri itu tidak masalah, termasuk pada ibu hamil,” katanya.

    3. Mitos : Laki-laki harus tahan lebih lama
    Fakta : Prinsip laki-laki lebih kuat dari wanita rupanya tidak dapat diaplikasikan dalam hubungan suami istri. Sebab menurut Boyke, dalam bersenggama, pria dan wanita akan lebih baik jika sama-sama bertahan lama. Sehingga, kepuasan akan lebih tinggi dicapai bagi keduanya. “Jadi salah kalau laki-laki harus tahan lebih lama. Bagusnya secara simultan atau sama-sama,” katanya.

    4 Mitos : Payudara besar lebih mudah orgasme
    Fakta : Banyak orang yang juga sering mengaitkan payudara yang besar dengan kemampuan untuk lebih cepat orgasme. Rupanya, menurut Boyke, hal ini tidak benar. Sebab, orgasme sesungguhnya hanya dapat dirangsang pada titik erogen. “Ini adalah bagian tubuh yang memiliki sensitivitas besar untuk respon seksual. Jadi mau payudara besar atau kecil, selama yang disentuh adalah zona erogen ya akan tetap orgasme,” katanya.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.