4 Jenis Antioksidan Alami yang Bisa Tangkal Polusi Udara Jahat

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menggunakan masker saat berjalan di Pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga menggunakan masker saat berjalan di Pedestrian Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, 2 Juli 2019. Jakarta masuk dalam 4 kota dengan pencemaran udara terburuk di dunia setelah Dubai, New Delhi, dan Santiago. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaPolusi udara di beberapa kota besar seperti di DKI Jakarta semakin mengkhawatirkan. Polusi udara tentu bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan manusia. Salah satu dampak buruknya adalah penyebaran radikal bebas yang berpengaruh pada penurunan fungsi paru, merangsang terbentuknya risiko penyempitan pembuluh darah, bahkan memicu sejumlah penyakit kronis seperti kanker paru, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), stroke, penyakit jantung, serta diabetes.

    Rupanya, selain menggunakan masker dan mengurangi aktivitas luar ruangan, ada juga cara lain yang bisa diterapkan guna menangkal gencarnya serangan radikal bebas. Salah satunya adalah dengan konsumsi antioksidan alami. Dokter spesialis gizi klinik RS Pondok Indah – Puri Indah, Raissa Edwina Djuanda menjelaskan beberapa jenis antioksidan itu dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 8 Agustus 2019.

    1. Vitamin C
    Vitamin yang larut dalam air ini dipercaya dapat membantu proses regenerasi sel dan bisa mencerahkan wajah. Namun lebih dari itu, ia juga merupakan antioksidan paling kuat bagi tubuh kita. Sehingga, Raissa pun menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin ini seperti lemon, jeruk, dan kiwi.

    2. Vitamin E
    Vitamin yang larut dalam lemak ini adalah garis pertahanan pertama dalam melawan peradangan di jaringan tubuh kita. Oleh karena itu, Raissa pun menyarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E seperti minyak dan biji bunga matahari, canola, kacang tanah, almond dan minyak zaitun. Selain itu, jangan lupa pula untuk menyantap salmon dan telur yang selain kaya akan omega 3, namun juga memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi.

    3. Beta Karoten
    Kandungan antioksidan yang tinggi pada beta karoten dipercaya memainkan peranan penting dalam mengendalikan peradangan. Sehingga tak heran, Raissa menyarankan kita untuk mengkonsumsi makanan dengan kandungan mineral ini seperti fenugreek, selada, wortel, dan bayam dan sayuran berdaun lainnya.

    4. Lemak Omega-3
    Kandungan pada lemak omega 3 dipercaya baik untuk menjaga kesehatan jantung. Dimana ini adalah salah satu dampak buruk dari polusi udara itu sendiri. Oleh karena itu, Raissa menawarkan beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi karena tinggi lemak omega 3 seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak ikan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.