Minggu, 15 September 2019

Klep Jantung BJ Habibie Pernah Bocor, Waspadai Gejalanya

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden RI BJ Habibie Menyampaikan Ceramah Umum dalam HUT PPATK. TEMPO/Azalia Ramadhani

    Mantan Presiden RI BJ Habibie Menyampaikan Ceramah Umum dalam HUT PPATK. TEMPO/Azalia Ramadhani

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden ketiga, BJ Habibie tengah mendapatkan penanganan khusus di ruangan CICU lantai 2, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat sejak 2 September 2019. Sekretaris Pribadi Habibie, Rubijanto, dalam keterangan tertulisnya tak menyebut apa penyakit yang dialami suami dari Almarhumah Hasri Ainun Besari atau yang akrab disebut Ainun Habibie tersebut.

    Rekam jejak kesehatan BJ Habibie, pada akhir Agustus 2018, ia sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena kelelahan. Sebelumnya, pada Maret 2018, Habibie juga dikabarkan pernah mengalami kebocoran klep jantung. Ini membuatnya harus diopname di salah satu rumah sakit di Muenchen, Jerman.

    Berbicara tentang kebocoran jantung, aliran darah yang seharusnya melewati empat katup, yakni katup mitral, katup trikuspid, katup paru, dan katup aorta, justru berbalik arah atau terhambat karena katup tidak terbuka dan tertutup dengan baik. Tanda-tanda dari penyakit ini pun bisa diwaspadai berdasarkan tiga tingkat ringan, sedang, dan berat.

    Pada pasien yang mengalami kebocoran klep jantung di tingkat ringan, tanda utamanya bisa dialami dari rasa pusing dan ingin muntah. Karena terlalu sederhana dan bisa diindikasikan sebagai penyebab masalah kesehatan lainnya, para ahli pun menghimbau untuk menjalani pemeriksaan echocardiography atau pemeriksaan manual menggunakan stetoskop.

    Sedangkan bagi mereka yang sudah mengalami masalah di tingkat sedang, gejala yang dialami berupa sesak nafas yang berlebihan dan sulit buang air kecil. Keduanya sangat berhubungan dengan jantung karena sesak napas bisa berujung pada tekanan darah tinggi dan kelainan ginjal. Ketika ginjal terganggu, air kencing tidak bisa dikeluarkan dari tubuh. Akibatnya, cairan itu bisa berbalik arah dan mengumpul.

    Pada tahap akhir, seluruh tanda awal ditambah dengan daerah kaki yang bengkak dan detak jantung yang berlebihan akan dirasakan. Berhubungan dengan kaki, darah tidak bisa disalurkan dari jantung hingga ke seluruh tubuh karena permasalahan aliran sehingga menyebabkan pembengkakan. Apabila Anda mengalami semua tanda-tanda tersebut, sangat diwajibkan untuk segera berobat ke dokter.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | MAYOCLINIC | MEDICALNEWSTODAY | WEBMD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.