Minggu, 15 September 2019

Raditya Dika Pernah Alami Mata Kering, Ini Saran Dokter

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raditya Dika. Tabloidbintang.com

    Raditya Dika. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor, komedian dan penulis Raditya Dika adalah salah satu orang yang mengidap mata kering. Ia mengaku telah mengalami masalah ini sejak tahun 2003, tepatnya saat ia masih berada di bangku kuliah. “Dulu waktu saya masih kuliah di Adelaide, Australia, sekitar 13 tahun lalu, baru tahu kalau kena mata kering,” katanya dalam acara Insto Dry Eyes di Jakarta pada Rabu, 11 September 2019.

    Saat itu, Raditya Dika mengaku gemar menulis. Ia sering bercerita mengenai pengalaman kuliahnya di blog bertajuk Kambing Jantan. Berbeda dengan orang biasa yang menggunakan komputer dan gawai selama kurang lebih delapan jam sehari, karena hobinya, ia justru memakainya selama 15 jam.

    Raditya Dika juga mengatakan bahwa ia sering menulis di kamar dengan keadaan pendingin ruangan atau AC yang terus menyala. “Dari situ, mata langsung sering perih dan gatal,” katanya.

    Bertemu dengan dokter di klinik dekat tempat tinggalnya, dokter tersebut pun mengatakan bahwa ia mengalami masalah mata kering. Sebab kedua aktivitas yang dilakukannya itu membuat cara mengedipnya menjadi kurang sempurna, sehingga mempengaruhi produksi air mata. “Dokter menyarankan untuk mengedip dengan benar. Jadi bukan setengah atau asal, tapi kelopak mata atas dan bawah harus ketemu,” katanya.

    Sejak saat itu, ia pun mengedip dengan penuh dan diimbangi dengan istirahat yang cukup serta menggunakan obat tetes mata. Menurutnya, seluruhnya sangat efektif untuk membantu mengelola pandangannya. “Sampai sekarang saya melakukan itu semua dan hasilnya bagus,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.