Sering Tekan Snooze Alarm Saat Bangun Pagi? Coba Atasi dengan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita ngulet di tempat tidur atau bangun tidur.  shutterstock.com

    Ilustrasi wanita ngulet di tempat tidur atau bangun tidur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian orang, bangun pagi adalah aktivitas yang menyulitkan. Memencet tombol "snooze" alarm atau di telepon genggam, kerap dilakukan. Apakah Anda termasuk yang sulit bangun pagi?

    Bangun pagi memang susah-susah gampang. Namun, dengan sedikit komitmen dan usaha, ada beberapa cara bangun pagi yang mudah, bisa Anda contek dari sekarang.

    Selain rasa malas, ada beberapa penyebab yang membuat Anda sulit bangun pagi. Misalnya, tidur yang terlalu larut, tidak mencukupi jam tidur, atau memang menderita kondisi medis dan psikologis tertentu. Cara bangun pagi di bawah ini, efektif untuk dicoba jika Anda tahu penyebab sulit bangun tidur. Cara tersebut dilakukan, tentunya disertai dengan sedikit komitmen.

    Apa saja tips dan cara bangun pagi, agar Anda bahagia dalam menyambut hari? Simak beberapa tips seperti dilansir SehatQ:

    1. Mengatur jadwal tidur
    Salah satu cara bangun pagi yang paling efektif, adalah dengan tidur dan bangun pada waktu yang sama, setiap harinya, termasuk ketika libur sekalipun. Namun, pastikan durasi tidur Anda cukup, sesuai dengan kebutuhan diri. Tujuh hingga sembilan jam tidur dalam sehari, merupakan durasi yang disarankan.

    2. Meletakkan alarm di tempat yang jauh
    Cara bangun pagi ini juga mudah dilakukan. Memencet tombol “snooze” tiap alarm pagi berbunyi, mungkin kerap Anda lakukan. Anda mungkin hanya bermaksud untuk menambah tidur beberapa menit. Namun tak sedikit orang yang kebablasan, sehingga aktivitas pun menjadi terhambat.

    Apabila Anda memiliki kebiasaan untuk memencet tombol tunda di alarm, atau di telepon genggam, jauhkan peralatan tersebut dari tempat tidur Anda. Bunyi yang berisik saat pagi, dengan alarm yang jauh, dapat memaksa diri Anda untuk bergerak demi mematikan alarm. Dengan demikian, kantuk Anda diharapkan bisa hilang untuk memulai hari.

    3. Memeriksakan diri ke dokter
    Sulit bangun pagi tak hanya perihal malas, melainkan juga dapat menjadi penanda beragam kondisi medis dan psikologis. Kondisi tersebut, seperti parasomnia (tidur berjalan, tidur berbicara), apnea tidur (berhenti bernapas beberapa saat ketika tidur), bahkan kondisi depresi dan gangguan kecemasan.

    Kondisi di atas dapat mengganggu kualitas tidur, sehingga Anda pun menjadi sulit untuk bangun pagi. Penanganan gangguan tersebut tentu bervariasi, termasuk dengan obat-obatan, peralatan medis, terapi, hingga pembedahan.

    4. Memperhatikan rutinitas sebelum tidur
    Susah bangun pagi dapat terjadi, karena Anda tak mendapatkan istirahat yang berkualitas. Sebelum tidur, buatlah diri Anda rileks, agar dapat tidur sesuai waktunya. Beberapa hal yang bisa menenangkan diri, yakni mandi dengan air hangat, atau membaca buku. Terdengar mudah, namun ini juga menjadi cara bangun pagi yang menuntut komitmen Anda.

    Hindari aktivitas yang dapat mengganggu jam tubuh (irama sirkadian), seperti mengonsumsi kafeina 6 jam sebelum tidur, sibuk dengan laptop atau telepon genggam, tidur siang, serta minum alkohol sebelum tidur.

    Anda juga sangat disarankan untuk menjauhkan diri, dari hal-hal yang kerap membuat stres sebelum tidur. Misalnya, pekerjaan kantor yang belum diselesaikan.

    5. Mencoba suplemen melatonin
    Secara alami, tubuh menghasilkan melatonin untuk membantu Anda tertidur. Apabila Anda sulit tidur di malam hari, cobalah untuk mengonsumsi suplemen melatonin, 5-6 jam sebelum tidur.

    Walau begitu, penting untuk diingat, suplemen melatonin tidak bisa membantu penanganan semua jenis gangguan tidur. Pastikan Anda hanya meminum suplemen ini, setelah berkonsultasi dengan dokter.

    6. Segera mencari sinar matahari
    Cara bangun pagi ini terdengar sulit, dan memang membutuhkan sedikit usaha. Saat alarm berbunyi, segera buka tirai jendela Anda untuk mendapatkan sinar matahari. Hal ini dapat mengurangi rasa kantuk, dan membuat Anda lebih siap untuk beraktivitas.

    Sebagai informasi, mendapatkan sinar matahari pagi tak hanya membantu Anda lebih segar saat bangun tidur. Kegiatan juga menjadi salah aktivitas pagi positif, yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.