Cek Tekanan Darah Sebaiknya Gunakan Air Raksa atau Digital?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com

    Ilustrasi cek tekanan darah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengecek tekanan darah kini bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Peralatannya pun semakin mudah dicari dan digunakan. Dari sekian banyak pilihan alat pengukur, masyarakat rupanya lebih tertarik dengan air raksa dan digital. Namun jika harus memilih salah satu, mana yang terbaik dan lebih akurat?

    Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI) Tunggul D. Situmorang mengatakan bahwa dahulu, air raksa memang menjadi satu-satunya pilihan. Sayangnya, ia mengatakan bahwa pemerintah telah membekukan izin edar air raksa lantaran kandungan negatifnya. “Sudah dari tahun lalu, Kementerian Kesehatan menghimbau agar semua tensimeter air raksa ditarik dari peredaran karena mencemarkan lingkungan dan mengandung merkuri,” katanya dalam acara Gerakan Peduli Hipertensi: Kendalikan Hipertensi, Sayangi Ginjalmu di Jakarta pada 17 Oktober 2019.

    Tunggul menambahkan, air raksa juga telah terbukti kurang efektif dari segi pengukuran tekanan darah. Tak heran, dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, ia pun mengatakan jika penggunakan alat ukur digital lebih disarankan. “Ini lebih ramah lingkungan dan lebih akurat karena menggunakan teknologi,” katanya.

    Jika Anda hendak mengukur, Tunggul mengatakan bahwa seseorang dinyatakan hipertensi bila pada pagi hari tekanan darahnya di atas 135 Milimeter Merkuri (mmHg), pada malam malam hari di atas 125 mmHg dan saat cek di klinik atau dokter di atas 140 mmHg. “Pengecekan tekanan darah harus dilakukan berkali-kali dan yang penting dokternya bisa mengidentifikasi apakah Anda termasuk hipertensi atau sekedar lonjakan tekanan darah sesaat,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.