Musim Pancaroba, Waspadai Penyakit yang Rawan Serang Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

    Ilustrasi nyamuk (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Hampir seluruh wilayah Indonesia mulai memasuki musim pancaroba, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Perubahan cuaca ekstrem berpotensi terjadi selama masa pancaroba dan kondisi yang demikian meningkatkan risiko penularan penyakit.

    Para orang tua sebaiknya mewaspadai penularan penyakit-penyakit yang terjadi akibat infeksi virus, terutama demam berdarah dengue (DBD), pada anak-anak selama masa pancaroba. Begitu kata dokter spesialis anak Yuliana Mestina Dongoran dari Rumah Sakit Hermina Bitung, Tangerang.

    "Penyakit yang lain ada, tapi yang sangat perlu diwaspadai itu DBD. Jika anak mengalami demam selama lebih dari sehari dan kemudian muncul ruam segera periksakan ke dokter," katanya.

    DBD terjadi akibat infeksi virus dengue dan menular melalui gigitan nyamuk, terutama dari spesies Aedes aegypti. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam tinggi (40 derajat Celsius), sakit kepala, mual, muntah, pembengkakan kelenjar, dan ruam.

    Selain DBD, penyakit akibat infeksi virus yang perlu diwaspadai adalah chikungunya, yang juga menular melalui gigitan nyamum Aedes aegypti. Biasanya pasien DBD mulai bertambah saat awal musim pancaroba, ketika cuaca mulai berganti.

    Ia juga mengingatkan pentingnya tetap mewaspadai serangan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), flu, alergi, dan asma pada anak selama masa pancaroba. Kepada para orang tua, dia menyarankan agar memastikan kebersihan lingkungan terjaga untuk menghindari penularan penyakit. "Agar nyamuk tidak berkembang biak," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.