Tips Terhindar dari Bencana Alam versi Tenaga Ahli BNPB

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)

    Ilustrasi bencana alam (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Komaruddin Simanjuntak, mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang rawan mengalami bencana alam. Banjir, tsunami, gunung meletus, semuanya sangat mungkin terjadi setiap saat di seluruh daerah di Tanah Air.

    Memperhatikan beberapa tips agar terhindar dari bencana alam lantas perlu dilakukan. Pertama, Komaruddin menyarankan agar masyarakat selalu memperhatikan berita sebab seluruh informasi mengenai bencana alam akan paling cepat disiarkan dari sana.

    Tak harus lewat televisi atau koran, dengan kemajuan teknologi yang pesat, seseorang yang sibuk diimbau untuk mencari berita lewat gawai saja.

    “Pakai itu untuk mencari informasi seputar bencana alam. Tapi pastikan yang benar bukan hoaks ya,” katanya dalam acara "Post-Disaster Management: Rehab, Recover, Reconstruction" di Jakarta pada Sabtu, 9 November 2019.

    Komaruddin juga mengingatkan agar masyarakat mengerti tentang keadaan daerah tempat tinggalnya. Memahami tanda-tanda bencana alam adalah aktivitas selanjutnya yang patut dilakukan. Misalnya, jika seseorang tinggal di daerah dataran tinggi, tentu risiko gunung meletus sangat besar.

    “Tanda gunung meletus itu bisa suhu di daerah sekitar jadi panas, air mulai kering, hal-hal seperti ini harus diwaspadai,” jelasnya.

    Saat seseorang telah menggabungkan informasi dari berita dan tanda-tanda bencana alam, barulah mereka bisa mengungsi dan mencari bantuan.

    “Dengan demikian pasti terhindar dari bencana alam apa saja. Intinya dengar berita dan paham betul daerah dan tanda bahaya,” tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.